30/06/15

Rangkaian Lampu Berkedip Menggunakan IC 7400

Rangkaian Lampu Berkedip Menggunakan IC 7400_

Rangkaian Lampu Berkedip Menggunakan IC 7400 - Dalam dunia telematika, sinyal atau isyarat jarak jauh masih diperlukan. Misalnya pada pengontrolan jalur kereta api, masih diperlukan sinyal – sinyal yang berkedip. Para kalangan advertising juga sangat sering memerlukan sinyal – sinyal kedipan lampu untuk menarik perhatian konsumen. Hal inilah yang membuat dornongan untuk membuat sebuah rangkaian pembangkit sinyal kedip dimana rangkaian tersebut haruslah sangat sederhana dan efisien.

Rangkaian ini bertujuan untuk menghasilkan tegangan pada 2 buah LED bergantian, sehingga LED akan berkedip secara bergantian. Pada dasarnya rangkaian ini adalah multivibrator astable yang menghasilkan dua keadaan yang tidak pernah stabil pada salah satu keadaan.

Lampu berkedip dibangun atas satu paket IC 7400 yang terdiri atas 4 gerbang NAND. Dengan susunan seperti pada gambar maka rangkaian ini cukup sederhana.

Rangkaian Lampu Berkedip Menggunakan IC 7400 2_

gambar 1. Rangkaian lampu berkedip

Perioda siklus ditentukan oleh resistansi dan kapasitansi pada rangkaian serta waktu delay pada tiap – tiap gerbang. Adanya waktu delay tersebut memungkinkan osilasi pada rangkaian dimana keluaran gerbang diumpan balik dengan terlebih dahulu ditahan (delay) oleh gerbang yang lain. Dengan demikian terjadilah proses osilasi yang mengakibatkan tegangan atau logika pada LED akan “bermain” bervariasi dari logika high ke logika low.


Rangkaian Jam Digital Menggunakan BCD to 7 Segment

Rangkaian Jam Digital Menggunakan BCD to 7 Segment - Halo Sobat, kali ini penulis akan menyajikan artikel yang berjudul Rangkaian Jam Digital Menggunakan BCD to 7 Segment. Rangkaian ini terdiri dari beberapa bagian yang membangun sebuah system. Bagian itu adalah :
  1. Pencacah Menit. 
  2. Pencacah Jam. 
  3. BCD to 7-segment Decoder. 
  4. Display.



Prinsip Kerja

Prinsip dasar dari jam digital adalah pencacah dengan 1440 (24x60) MOD. Jadi pencacah yang dibuat adalah sebuah pencacah dengan 1440 kombinasi output. Pencacah ini terdiri dari 4 (empat) buah pencacah masing – masing untuk keperluan 2 pencacah untuk jam dan 2 pencacah pula untuk menit. Hal ini dikarenakan untuk mencacah puluhan dan satuan.

Tiap – tiap pencacah bekerja secara tidak serempak ( asincronous counter ) karena pencacah jam bekerja menunggu clock (pemicu) dari pencacah menit. Pada pencacah menit juga bekerja tidak serempak di mana pencacah puluhan mendapat pemicu dari pencacah satuan. Ini juga terjadi pada pencacah jam.

Pencacah satuan menit akan memicu pencacah puluhan menit saat outputnya berubah dari 1001 ke 0000. Demikian seterusnya hingga pencacah puluhan mencapai kondisi 0101 (5).

A. Pencacah Menit

Pencacah menit dibangun dengan menggunakan 2 buah pencacah decade (7490) masing – masing untuk pencacah puluhan dan pencacah satuan. Agar sesuai dengan perhitungan 1 jam adalah sebanyak 60 menit, maka diatur agar reset nol terjadi pada bilangan 60 (0110 0000). Sehingga angka maksimum yang dihasilkan adalah 59 (0101 1001). Karena itu input reset (aktif high) dihubungkan pada QC dan QB pada pencacah puluhan menit. Dengan demikian ketika output pencacah mencapai 0110 0000 [decimal = 60] maka pencacah akan direset kembali ke 0000 0000.

Output Pencacah
Desimal
Keterangan

0101 0110
56

0101 0111
57

0101 1000
58

0101 1001
59

0110 0000

Langsung reset
0000 0000
00

0000 0001
01

0000 0010
02



Rangkaian Jam Digital Menggunakan BCD to 7 Segment 2_
Gambar Pencacah Menit

B. Pencacah Jam

Pencacah jam juga terdiri dari 2 pencacah decade untuk mencacah puluhan dan satuan. Agar sesuai dengan kondisi 24 jam, maka reset dilakukan pada kondisi pencacah menghasilkan 24 ( 0010 0100 ). Maka reset masing – masing pencacah dihubungkan dengan kombinasi AND dari QB pencacah puluhan dan QC dari pencacah satuan.

Untuk pencacah jam, digunakan clock (pemicu) dari pencacah puluhan menit. Hal ini tentunya berfungsi agar perubahan jam terjadi bila pencacah menit telah melakukan satu siklus pencacahan yaitu dari 00 sampai 59.


Rangkaian Jam Digital Menggunakan BCD to 7 Segment 3_


C. BCD to 7-segment Decoder

Decoder ini berfungsi untuk mengubah keluaran pencacah yang berupa BCD menjadi kode – kode 7-segment untuk memudahkan pembacaan. Decoder yang digunakan adalah IC 7447 bila menggunakan 7-segment common anoda atau IC 7448 untuk common katoda.

Masing – masing pencacah dihubungkan dengan decoder dan 7-segment display, sehingga terdapat empat buah decoder yang terbagi masing – masing dua buah untuk jam dan menit.


D. Display

Display terdiri dari 4 buah 7-segment dengan tipe yang disesuaikan dengan decoder. Pada umumnya di pasaran banyak ditemukan 7-segments common anoda, sehingga dapat dipilih decoder 7447.


Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor_

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor - Pada artikel kali ini akan membahas tahap-tahap pengujian alat uji transistor dalam rangkaian dengan tampilan LED dan hasil pengujiannya, serta tambahan terhadap hasil pengujian rangkaian:

Rangkaian penguji transistor, merupakan rangkaian yang terdiri dari beberapa bagian. Tiap bagian dalam melakukan kerja tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, dengan kata lain bagian-bagian tersebut saling mendukung. Adapun bagian-bagian tersebut adalah: multivibrator, input, flip-flop, pembatas tegangan, bagian tampilan (led), bagian catu daya serta bagian lain yang menunjang kerja dari rangkaian penguji transistor seperti pada gambar dibawah ini.

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor 1_
Gambar 1. Bagan Alat Uji Transistor Dalam Rangkaian Dengan Tampilan LED

1. PENGUJIAN RANGKAIAN

Pelaksanaan pengambilan data dan pengujian dilakukan dengan program EWB (Electronic work bench), dan peralatan lainnya seperti multimeter digital dan multimeter analog dan hasil pengujian terhadap alat uji transistor dalam rangkaian dengan tampilan led adalah sebagai berikut:
Hasil Pengujian catu daya

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor 2_
Gambar 2. Pengujian rangkaian catu daya

Pengujian catu daya dilakukan dengan mengukur keluaran pada output rangkaian tersebut dengan multimeter. Hasil pengukuran tegangan keluaran sebesar: 9 Volt.


2. Hasil Pengujian IC 555, Sebagai Multivibrator
Multivibrator digunakan dalam alat ini yaitu timer 555. multivibrator ini tegangan keluarannya beralih dari magnet yang tinggi ke tingkat yang lebih rendah dan kembali kesemula. Waktu keluaran yang tinggi dan rendah tersebut ditentukan oleh sebuah jaringan kapasitor tahanan yang dihubungkan dari luar timer 555. dimana harga keluaran yang tinggi sedikit lebhih kecil dari VCC. Keluaran dari pewaktu ini kemudian diberikan ke flip-flop sebagai berikut

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor 3_

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor 4_

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor 5_
Gambar 3. Pengujian rangkaian IC 555

a) Cara Kerja Pewaktu 555
Dari 555 tegangan keluarannya beralih dari tingkat yang tinggi ke tingkat yang rendah dan kembali lagi ke semula. Waktu keluaran yang tinggi dan rendah tersebut ditentukan oleh sebuah jaringan kapasitor tahanan yang dihubungkan dari luar pewaktu 555. Harga keluaran yang tinggi sedikit lebih kecil dari VCC, harga keluaran pada tingkat yang rendah kira-kira 0,1 Volt.

b) Frekwensi Osilasi
Keluaran tetap tinggi selama selang waktu dimana C terisi dari 1/3 VCC sampai 2/3 VCC seperti yang terlihat pada gambar. Selang waktu ini diberikan oleh : ttinggi= 0,695(RA+RB)C

Keluarannya rendah selama selang waktu dimana C dikosongkan dari 2/3 VCC sampai 1/3 VCC yang diberikan oleh :
trendah= 0,695 RBC
Jadi perioda osilasi total T adalah :
T = ttinggi + trendah = 0,695 (RA+2RB) C
Frekuensi osilasi bergerak bebas f adalah :
F = 1/T = 1,44 / (RA+2RB) C

Siklus Tugas

Perbandingan waktu bila keluaran rendahnya adalah trendah terhadap perioda total T disebut siklus tugas D, dalam bentuk persamaan :
D = trendah / T = RB / RA + 2R

3. Transistor Sebagai Input

Sebagai masukkan dalam alat ini adalah transistor yang akan diuji, untuk mengetahui apakah transistor tersebut dalam keadaan baik atau rusak. Dimana pengujian tersebut dilakukan tanpa perlu melepaskan transistor tersebut dari rangkaian. Didalam alat uji ini telah disediakan tiga buah masukkan untuk kaki basis, kaki kolektor dan kaki emitor.

4. Hasil pengujian IC 4027 sebagai Flip-flop

IC 4027 fungsinya untuk membagi frekwensi masukkan menjadi setengahnya dan yang lebih penting menyediakan keluaran tegangan yang berkomplementer. Tegangan komplementer ini dihubungkan kesebuah resistor pembatas.

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor 6_
Gambar 4. Skema Rangkaian IC 4027
Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor 7_
Gambar 5. Pengujian rangkaian IC 4027

Cara Kerja IC 4027

Data yang ada di jalan J dan K, diterima jika jalan masuk lonceng (CK) RENDAH dan akan ditransfer ke jalankeluar pada transisi lonceng, dari Rendah ke Tinggi. Jalanmasuk-jalanmasuk taksinkron aktif Tinggi Set (S) dan Reset (R) adalah mandiri dan lebih berwenang dari jalanmasuk J, K atau clock.

IC 4027 banyak digunakan dalam rangkaian logika, didalam IC 4027 terdapat sircit dual J-K flip-flop (seperti yang terdapat pada gambar dibawah ini). Disebut J-K flip-flop karena rangkaian ini mempunyai dua buah masukan J dan K yang didalamnya diletakan alat untuk mengontrol kondisi logika dari dua buah keluaran Q dan . J-K flip-flop mempunyai clock atau pewaktu yang digunakan untuk menswitch keluaranya pada frekwensi yang sama dengan frekwensi clock J-K flip-flop merupakan flip-flop yang umum dan penggunaanya cukup luas, dalam rangkaian digital khususnya dalam pencacah, karena memiliki sifat dari semua flip-flop lain. Jika masukan J-K keduanya = 0, maka flip-flop tidak terbuka dan keluarannya tidak berubah keadaan, apabila terjadi perubahan kondisidari clock.

Gambar 6. J-K Flip-flop Komersial_
Gambar 6. J-K Flip-flop Komersial


Tabel. Kebenaran Dari J-K, Clock, Reset dan Preset Flip-Flop

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor 8_

Bila kedua masukan J dan K = 1, maka pulsa denyut yang berulang menyebabkan keluaran berubah mati –hidup sampai saklar togel karena itu disebut pentogelan

1. HASIL PENGUJIAN TRANSISTOR

1) Tabel. Uji Transistor NPN 

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor 9_

2) Tabel Uji Transistor PNP

Hasil Penelitian dan Pembahasan Rangkaian Alat Uji Transistor 10_

Keterangan :
  • Alat ini tidak dapat menentukan secara pasti kaki emitor, basis dan kolektor, maka harus dilakukan 2 sampai 3 kali percobaan untuk mengetahui jenis dari transistor tersebut dan juga untuk mengetahui apakah transistor tersebut rusak atau hubungsingkat. 
  • Dengan menghubungkan ketiga pengait pada ketiga kaki transistor dan kabel dari ketiga pengait dihubungkan keterminal dari alat uji. 

Contoh pada pengukuran :
  1. E – B – C kedua led menyala tetapi led merah menyala suram, maka perlu dilakukan pengukuran kedua. 
  2. Dengan menggunakan pilihan no. 2, 9, 10, yaitu dengan cara mengganti ketiga ketiga posisi pada masing-masing terminal alat uji transistor tersebut sesuai dengan pilihan nomor yang telah ada pada keterangan.


Denyut : 1
A         = 5,08 volt
B         = 1,08 volt
VCE        = 2,37 volt

Denyut : 0
A = 2,24 volt
B = 2,79 volt
VCE = 0,75 volt

Keterangan :
  • A sebagai kaki 15 
  • B sebagai kaki 14 
  • Tipe Transistor yang diukur NPN (C546) 
  • X = Mati 
  • Y = Nyala



B. PEMBAHASAN

Trafo yang digunakan mempunyai kemampuan arus 500 mA, dengan tegangan sekunder yang digunakan 9 Volt disearahkan dengan jembatan dengan dioda IN 4001 4 buah dan sebuah kapasitor yang menghasilkan keluaran tegangan 9 Volt. Rangkaian alat uji transistor dalam rangkaian dengan tampilan LED, akan bekerja dengan tegangan keluaran kurang lebih 5 Volt dan LED akan hidup atau bekerja dengan baik apabila ada Clock yang dihasilkan oleh IC 555 dan frekuensi yang dikeluarkan oleh IC 4027.

Alat uji transistor dalam rangkaian dengan tampilan LED ini tidak dapat menentukan secara pasti kaki emitor, basis, dan kolektornya. Pada saat pengukuran transistor LED merah dan LED hijau menyala berkedip-kedip dan bergantian maka transistor tersebut dinyatakan rusak sebaliknya pada saat pengukuran transistor, LED merah dan LED hijau mati maka transistor tersebut dinyatakan hubung singkat.

Alat uji transistor ini membutuhkan beberapa kali pegukuran misalnya pada pengukuran pertama alat menunjukkan LED merah dan LED hijau menyala bergantian, maka perlu dilakukan pengukuran kedua untuk mengetahui secara pasti apakah transistor tersebut rusak, dengan mengganti posisi ketiga kaki pada transistor atau pada alat uji transistor. Misal pengujian pertama kaki EBC kemudian pengujian berikutnya posisi digeser sesuai dengan petunjuk pada tabel 6 dan tabel 7. Apabila kita masih mendapat hasil yang sama seperti pada percobaan pertama, maka transistor tersebut benar-benar rusak.

Pada saat pengukuran LED merah menyala berkedip-kedip dan LED hijau mati maka transistor tersebut baik dan berjenis PNP, sebaliknya apabila pada saat pengukuran LED merah mati dan LED hijau menyala berkedip-kedip, maka transistor tersebut baik dan berjenis NPN.


PENUTUP 

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah diperoleh penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Rangkaian alat uji transistor dalam rangkaian dengan tampilan LED ini, terdiri dari rangkaian terintegrasi, yang terbagi menjadi beberapa bagian yaitu multivibrator, input, flip-flop, pembatas tegangan dan indikator. Rangkaian dasar dilakukan secara terpisah kepada masing-masing rangkaian. Pemilihan karakteristik rangkaian dengan pertimbangan faktor keandalan, harga yang terjangkau, serta ketersediaan dipasaran. Pengujian rangkaian dengan cara memasang rangkaian pada papan percobaan (Project Board), lalu menggambar tata letak (lay out), rangkaian dengan menggunakan rugos pada papan PCB, dan dilarutkan dengan larutan klorin. Setelah itu pemasangan komponen pada PCB yang sudah jadi tersebut, dan dimasukan kedalam box yang telah disediakan, lalu dilakukan pengujian dan pengecekan.

2. Rangkaian alat uji transistor dalam rangkaian dengan tampilan LED, menggunakan catu daya 9 Volt dan rangkaian akan bekerja dengan tegangan kurang lebih 5 volt, yang keluarannya diperoleh dari IC 555. Saat pengukuran transistor, LED merah dan LED hijau menyala berkedip-kedip dan bergantian, maka transistor tersebut dinyatakan rusak. Bila LED merah dan LED hijau mati sama sekali berarti transistor dinyatakan hubung singkat. Apabila pada saat pengukuran LED merah menyala berkedip-kedip dan LED hijau mati, maka transistor tersebut baik dan berjenis PNP. Sebaliknya bila saat pengukuran LED merah mati dan LED hijau menyala berkedip-kedip maka transistor tersebut baik dan berjenis NPN. Alat uji transistor ini membutuhkan beberapa pengujian untuk mengetahui jenis transistor dan juga untuk mengetahui apakah transistor tersebut rusak atau hubung singkat. Dari hasil pengukuran dan perhitungan pada transistor jenis PNP diperoleh IB saat saturasi 0,127 mA, IB pengukuran 0,131 mA sehingga diperoleh selisih 3,05 %. Dari hasil perhitungan diperoleh kesalahan sebesar 3,05 %, namun kesalahan tersebut tidak mempengaruhi kerja rangkaian yaitu transistor saat saturasi yang menyerupai saklar tertutup, antara kolektor dan emitor. Demikian pula dari hasil pengukuran dan perhitungan pada transistor jenis NPN, diperoleh IB saat saturasi 0,126 mA, dan IB pengukuran 0,129 mA, sehingga diperoleh selisih 2,33 %, namun kesalahan tersebut tidak mempengaruhi kerja rangkaian, yaitu transistor saat saturasi yang menyerupai saklar tertutup antara kolektor dan emitor.

Dari hasil pengukuran dan perhitungan diatas tampak bahwa saat transistor saturasi diperoleh IB mendekati IB perancangan, serta VCE mendekati 0, berarti kondisi ini menjamin transistor dalam keadaan saturasi, dan saat transistor cut-off, harga IB = 0,0799 mA, atau mendekati 0, dan harga VCE, mendekati VCC (tegangan keluaran dari IC 555), kondisi ini menjamin transistor cut-off, dengan demikian transistor dapat digunakan sebagai saklar elektronika.


B. Keterbatasan

Keterbatasan dalam pembuatan alat ini adalah:

1. Rangkaian alat uji transistor dalam rangkaian dengan tampilan led ini mempunyai keterbatasan yaitu hanya bias dipakai untuk mengecek jenis transistor PNP atau NPN, dan untuk menentukan apakan transistor tersebut rusak atau hubungsingkat.

2. Alat ini tidak dapat menentukan kaki emitor, basis dan kolektor secara pasti.

3. Tegangan yang dikeluarkan oleh led merah dan led hijau tidak sama dalam kondisi tegangan maju ( dalam hal ini led merah mengeluarkan tegangan 1,6 … 2,2 volt dan led hijau 2,7 volt).

C. Alternatif Pengembangan Seperti yang telah diuraikan diatas, rangkaian alat uji transistor dalam rangkaian dengan tampilan led, hanya bisa dipakai untuk mengecek jenis transistor PNP dan NPN, serta transistor tersebut hubungsingkat/rusak pada rangkaian. Karena itu ada kemungkinan pengembangan alat ini untuk menentukan Emitor, Basis dan Kolektornya.



Artikel makalah ini tidak sepenuhnya lengkap. Jika ingin mendapatkan makalah artikel ini yang lebih lengkap dalam format Microsoft Word, silahkan unduh melalui link ini.

Profesi Ahli Komputer Forensik Dalam Teknologi Informasi

Profesi Ahli Komputer Forensik Dalam Teknologi Informasi_

Profesi Ahli Komputer Forensik Dalam Teknologi Informasi - Profesi Ahli Forensik Dalam Teknologi InformasiMeningkatnya kejahatan dibidang TI, menyebabkan profesi atau keahlian yang berkaitan dengan masalah pengungkapan adanya kejahatan ini dibutuhkan.

Seorang analisis forensik dalam pekerjaannya membantu penegak hukum atau pimpinan keamanan perusahaan

PANDANGAN AHLI :
  • Menurut James O. Holly [National computer forensics lab Ernst & Young : Anda perlu membuka pintu untuk pemprosesan administratif, sipil atau kriminal dam merespon kejahatan komputer, dan penyelidik perlu menangani insiden dari awal sampai masuk kepersidangan 
  • www. pcforensics.com : Data yang sudah dihapus masih bisa dihidupkan lagi
  • Menurut Thomas Welch (The information security management handbook) : Praktisi keamanan komputer harus mempedulikan teknologi dan faktor legal yang berdampak pada sistem dan penggunanya, termasuk masalah penyelidikan dan penegakan hukum

PROGRAMMER VS AHLI KOMPUTER FORENSIK

Programmer :
  • Bekerja melawan diri sendiri 
  • Mencoba memperbaiki permasalahan yang kita buat sendiri 

Ahli Komputer Forensik :
  • Bekerja menyelesaikan kejahatan komputer 
  • Melawan seorang “programmer”

KEAHLIAN KOMPUTER FORENSIK DIBUTUHKAN OLEH :
  1. Jaksa Penuntut mempergunakan barang bukti komputer dalam kejahatan yang bermacam-macam, seperti obat bius, pornografi anak, pembunuhan, dan penggelapan keuangan 
  2. Detektif swasta bisa mempergunakan rekaman pada sistem komputer untuk melacak kasus penggelapan, perceraian, diskriminasi dan pelecehan. 
  3. Perusahaan asuransi bisa mengurangi biaya dengan bukti komputer yang menyatakan kemungkinan penggelapan pada insiden, kebakaran, atau kompensasi pekerja 
  4. Perusahaan menyewa ahli komputer forensik untuk menentukan bukti yang berkaitan dengan pelecehan seksual, penipuan, pencurian rahasia dagang, dan informasi rahasia internal lainnya 
  5. Petugas penegak hukum sering memerlukan bantuan dalam persiapan penggeledahan dan penyitaan perangkat komputer. 
  6. Perorangan kadang menyewa ahli komputer forensik untuk mendukung klaim pemutusan kerja, pelecehan seksual atau dikriminasi umur.

PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN AHLI FORENSIK
  1. Dasar-dasar hardware dan pemahaman bagaimana umumnya sistem operasi bekerja 
  2. Bagaimana partisi drive, hidden partition, dan di mana tabel partisi bisa ditemukan pada sistem operasi yang berbeda 
  3. Bagaimana umumnya master boot record tersebut dan bagaimana drive geometry 
  4. Pemahaman untuk hide, delete, recover file dan directory bisa mempercepat pemahaman pada bagaimana tool forensik dan sistem operasi yang berbeda bekerja. 
  5. Familiar dengan header dan ekstension file yang bisa jadi berkaitan dengan file tertentu

KRITERIA AHLI FORENSIK

Menurut Peter Sommer (Virtual City Associates Forensic Technician) :
  • Metode yang berhati-hati pada pendekatan pencatatan rekaman 
  • Pengetahuan komputer, hukum dan prosedur legal 
  • Keahlian untuk mempergunakan utility 
  • Kepedulian teknis dan memahami implikasi teknis dari setiap tindakan
  • Penguasaan bagaimana modifikasi bisa dilakukan pada data 
  • Berpikiran terbuka dan mampu berpandangan jauh 
  • Etika yang tinggi 
  • Selalu belajar 
  • Selalu mempergunakan data dalam mengambil kesimpulan

AKTIVITAS PENYELIDIK FORENSIK
  • Perlindungan sistem komputer selama pengujian forensik dari semua kemungkinan perubahan, kerusakan, korupsi data, atau virus.
  • Temukan semua file pada sistem. Termasuk file normal, terhapus, hidden, pasword-protected, dan terenkripsi. 
  • Recovering file terhapus sebisa mungkin. 
  • Ambil isi file hidden juga file temporary atau swap yang dipergunakan baik oleh sistem operasi atau program aplikasi.
  • Lakukan akses (jika dimungkinkan secara legal) isi dari file terproteksi atau terenkripsi 
  • Analisa semua data yang relevan pada area spesial di disk. Misal unnalocated (tidak terpakai, tapi mungkin menyimpan data sebelumnya), slack space (area di akhir file pada last cluster yang mungkin menyimpan data sebelumnya juga).
  • Cetak semua analisis keseluruhan dari sistem komputer, seperti halnya semua file yang relevan dan ditemukan. Berikan pendapat mengenai layout sistem, struktur file yang ditemukan, dan informasi pembuat, setiap usaha menyembunyikan, menghapus, melindungi, mengenkripsi informasi, dan lainnya yang ditemukan dan nampak relevan dengan keseluruhan pengujian sistem komputer.
  • Berikan konsultasi ahli dan kesaksian yang diperlukan.

KARAKTERISTIK SEORANG AHLI FORENSIK
  • Pendidikan, pengalaman dan sertifikasi merupakan kualifikasi yang baik untuk profesi komputer forensik. Pendidikan dengan pengalaman memberikan kepercayaan yang diperlukan untuk membuat keputusan dan mengetahui keputusan yang tepat. Sertifikasi menunjukkan bahwa pendidikan dan pengalamannya merupakan standar yang tinggi dan dapat dipahami. 
  • Yakinkan pada setiap tindakan dan keputusan, agar mencukupi untuk kesaksian di pengadilan 
  • Semua proses dilakukan dengan menyeluruh 
  • Memiliki pengetahuan yang banyak mengenai bagaimana recover data dari berbagai tipe media
  • Mampu memecah password dari aplikasi dan sistem operasi yang berbeda dan mempergunakannya untuk penyelidikan 
  • Perlu pengetahuan yang memadai, tanpanya bisa terjadi kesalahan yang akan membuat barang bukti ditolak di pengadilan. Barang bukti bisa dirusak, diubah, atau informasi yang berharga terlewat. 
  • Obyektif dan tidak bias, harus fair pada penyelidikan, dengan fakta yang akurat dan lengkap 
  • Inovatif dan memiliki kemampuan interpersonal yang baik 
  • Memiliki kemampuan verbal dan oral yang baik 
  • Menggunakan penalaran dan logika yang tepat

SERTIFIKASI AHLI FORENSIK TI

KESIMPULAN
  • Ahli komputer forensik merupakan suatu bidang pekerjaan yang akan banyak dibutuhkan 
  • Ahli komputer forensik merupaka area kerja relatif baru dan akan berkembang 
  • Ahli komputer forensik dibutuhkan keahlian khusus, pengalaman dan jam terbang


Bentuk Perusahaan dan Jenis Usaha Dalam Suatu Organisasi

Bentuk Perusahaan dan Jenis Usaha Dalam Suatu Organisasi_

Bentuk Perusahaan dan Jenis Usaha Dalam Suatu Organisasi - Akuntansi berhubungan dengan kegiatan organisasi, baik organisasi nirlaba maupun perusahaan. Prosedur akuntansi tergantung pada bentuk organisasi.

Jenis Usaha Berdasarkan Kegiatan Usaha

Service Business (Perusahaan Jasa) : Merupakan perusahaan yang kegiatan utamanya menjual jasa. contoh : kantor akuntan, pengacara, salon, praktek dokter dan lain-lain.

Merchandising (Perusahaan Dagang) : Perusahaan yang kegiatan utamanya membeli barang jadi dan menjual kembali tanpa melakukan pengolahan lagi. contoh : dealer, toko-toko kelontong, toko serba ada, dan lain-lain.

Manufacturing (Perusahaan Manufaktur) : Perusahaan yang kegiatan utamanya mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan kemudian menjual bahan jadi tersebut. contoh : pabrik sepatu, pabrik roti, dan lain-lain.

Pengusaha

Pengertian Pengusaha : adalah orang yang menjalankan perusahaan atau menyuruh orang lain menjalankan perusahaan.

Pengusaha mengeluarkan sejumlah modal yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha.

Kategori Pengusaha
  • Pengusaha yang bekerja sendiri 
  • Pengusaha yang bekerja dengan bantuan pekerja 
  • Pengusaha yang memberi kuasa kepada orang lain untuk menjalankan perusahaan.

Perusahaan

Pengertian Perusahaan : Suatu organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya adalah melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia.

Menurut UU no. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan Pasal 1 huruf b yang dimaksud dengan perusahaan adalah :
Setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus yang didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah Negara Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
Kegiatan produksi perusahaan pada umumnya dilakukan untuk memperoleh laba.

Namun demikian, banyak juga kegiatan produksi perusahaan yang tidak bertujuan mencari laba, misalnya yayasan sosial, keagamaan dan lain-lain.

Hasil suatu produksi perusahaan dapat berupa barang atau jasa.

Pertimbangan Memilih Perusahaan
  • Jenis usaha yang dijalankan (perdagangan, industri, dsb) 
  • Ruang lingkup usaha 
  • Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha 
  • Besarnya resiko pemilikan 
  • Batas-batas pertanggungjawaban terhadap utang-utang perusahaan 
  • Besarnya investasi yang ditanamkan 
  • Cara pembagian keuntungan 
  • Jangka waktu berdirinya perusahaan 
  • Peraturan-peraturan pemerintahan

Perusahaan Perseorangan
  • Dikelola dan diawasi oleh satu orang, dimana pengelola perusahaan memperoleh semua keuntungan perusahaan, tetapi ia juga menanggung semua resiko yang timbul dalam kegiatan perusahaan. 
  • Pendirian perusahaan perseorangan tidak diatur dalam KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang) dan tidak memerlukan perjanjian karena hanya didirikan oleh satu orang pengusaha saja.
  • Perusahaan yang dimiliki oleh satu orang 
  • Pemilik perusahaan biasanya merangkap sebagai manajer 
  • Retail berskala kecil atau perusahaan jasa perseorangan 
  • Modal terbatas > Sulit berkembang 
  • Contoh : kantor akuntan, pengacara, praktek dokter, dan lain-lain

Ciri dan Sifat Perusahaan Perseorangan :
  • Relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan 
  • Tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi 
  • Tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi 
  • Seluruh keuntungan dinikmati sendiri 
  • Sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri 
  • Keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar 
  • Jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup 
  • Sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan


Jenis Perusahaan Perseorangan

a) Usaha Perseorangan Berizin
Memiliki izin operasional dari departemen teknis. Misalnya bila perusahaan perseorangan bergerak dalam bidang perdagangan, maka dapat memiliki izin seperti Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

b) Usaha Perseorangan Yang Tidak Memiliki Izin
Misalnya usaha perseorangan yang dilakukan para pedagang kaki lima, toko barang kelontong, dsb.

Kelebihan dan Kekurangan Perusahaan Perseorangan

Kelebihan :
  1. Mudah dibentuk dan dibubarkan 
  2. Bekerja dengan sederhana 
  3. Pengelolaannya sederhana 
  4. Tidak perlu kebijaksanaan pembagian laba
Kekurangan :
  1. Tanggung jawab tidak terbatas 
  2. Kemampuan manajemen terbatas 
  3. Sulit mengikuti pesatnya perkembangan perusahaan 
  4. Sumber dana hanya terbatas pada pemilik 
  5. Resiko kegiatan perusahaan ditanggung sendiri

Persekutuan
  • Perusahaan yang merupakan gabungan dari beberapa orang pemilik untuk menyelenggarakan usaha dengan nama bersama 
  • Para pemilik disebut sekutu atau partner 
  • Secara hukum, para sekutu memiliki tanggung jawab penuh atas hutang persekutuan, tetapi juga memiliki hak atas laba perusahaan 
  • Untuk mendirikan badan usaha persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait. 
  • Indonesia > Firma atau CV

Firma
  • Suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya. 
  • Firma harus didirikan dengan akta otentik yang dibuat di muka notaris. 
  • Akta Pendirian Firma harus didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Firma yang bersangkutan.
  • Setelah itu akta pendirian harus diumumkan dalam Berita Negara atau Tambahan Berita Negara. 
  • Tetapi karena Firma bukan merupakan badan hukum, maka akta pendirian Firma tidak memerlukan pengesahan dari Departemen Kehakiman RI. 
  • Pendirian, pengaturan dan pembubaran Firma diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).

Firma tidak berbadan hukum, karena :
  • Tidak ada pemisahan harta kekayaan antara persekutuan dan pribadi sekutu-sekutu, setiap sekutu bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan. 
  • Tidak ada keharusan pengesahan akta pendirian oleh Menteri Kehakiman dan HAM 
  • Firma berakhir apabila jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran dasar telah berakhir. Selain itu, menurut Pasal 26 dan Pasal 31 KUHD Firma juga dapat bubar sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran dasar akibat pengunduran diri atau pemberhentian sekutu.

Ciri dan Sifat Firma
  • Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi. 
  • Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin 
  • Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya. 
  • Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup 
  • Seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma 
  • Pendiriannya tidak memelukan akte pendirian 
  • Mudah memperoleh kredit usaha

Kelebihan dan Kekurangan Firma :

Kelebihan :
  1. Prosedur pendirian relatif mudah 
  2. Mempunyai kemampuan finansial yang lebih besar, karena gabungan modal yang dimiliki beberapa orang 
  3. Keputusan bersama dengan pertimbangan seluruh anggota firma, sehingga keputusan-keputusan menjadi lebih baik
Kekurangan :
  1. Utang-utang perusahaan ditanggung oleh kekayaan pribadi para anggota firma 
  2. Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin, sebab bila salah seorang anggota keluar, maka firma pun bubar

Persekutuan Komanditer (CV / Commanditaire Vennotschaap)

Suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya.

Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial.

Yang aktif mengurus perusahaan CV disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu.

Persekutuan Komanditer : Persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan dan mempercayakan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan.

Para anggota persekutuan menyerahkan uangnya sebagai modal perseroan dengan jumlah yang tidak perlu sama sebagai tanda keikutsertaan di dalam persekutuan.


Sekutu pada Persero

(a) Sekutu Komplementer : sekutu aktif/orang yang bersedia memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya sesuai pasal 18 KUHD.

(b) Sekutu Komanditer : sekutu pasif/orang yang tidak ikut mengurus persekutuan tapi mempercayakan uangnya dalam persekutuan dan bertanggung jawab hanya terbatas pada kekayaan yang diikut sertakan dalam perusahaan tersebut


Berakhirnya CV

Berakhirnya CV, diatur dalam Pasal 31 KUHD yaitu:
  • Berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar (Akta Pendirian). 
  • CV berakhir sebelum jangka waktu yang ditetapkan, akibat pengunduran diri atau pemberhentian sekutu. 
  • Akibat perubahan anggaran dasar (akta pendirian) di mana perubahan anggaran dasar ini mempengaruhi kepentingan pihak ketiga terhadap CV.



Ciri & Sifat CV

  • Sulit untuk menarik modal yang telah disetor 
  • Modal besar karena didirikan banyak pihak 
  • Mudah mendapatkan kredit pinjaman 
  • Ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan 
  • Relatif mudah untuk didirikan 
  • Kelangsungan hidup perusahaan CV tidak menentu

Kelebihan dan Kekurangan CV :

Kelebihan :
  1. Pendiriannya relatif mudah 
  2. Modal yang dapat dikumpulkan lebih banyak 
  3. Kemampuan untuk memperoleh kredit lebih besar 
  4. Manajemen dapat didiversifikasikan 
  5. Kesempatan untuk berkembang lebih besar
Kekurangan :
  1. Tanggung jawab tidak terbatas
  2. Kelangsungan hidup tidak terjamin
  3. Sukar untuk menarik kembali investasinya

Perseroan
  • Organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. 
  • Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. 
  • Untuk mendirikan PT / perseroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.
  • Perusahaan yang modalnya terdiri dari saham-saham 
  • Setiap pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang tanggungjawabnya terbatas sebesar saham yang dimiliki 
  • Para pemegang saham secara pribadi tidak bertanggung jawab penuh atas seluruh hutang perusahaan, melainkan hanya terbatas sebesar penyertaan dalam perusahaan

Kelebihan dan Kekurangan Perseroan :

Kelebihan :
  1. Kelangsungan hidup perusahaan terjamin 
  2. Terbatasnya tanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan resiko bagi kekayaan pribadi maupun kekayaan keluarga pemilik 
  3. Saham dapat diperjual belikan dengan relatif mudah. 
  4. Kebutuhan kapital lebih besar akan mudah dipenuhi, sehingga memungkinkan perluasan usaha. 
  5. Pengelolaan perusahaan dapat dilakukan lebih efisien
Kekurangan :
  1. Biaya pendiriannya relatif mahal 
  2. Rahasia tidak terjamin 
  3. Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham

Ciri dan Sifat Perseroan :
  • Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi 
  • Modal dan ukuran perusahaan besar 
  • Kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham 
  • Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham 
  • Kepemilikan mudah berpindah tangan 
  • Mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai 
  • Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen 
  • Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham 
  • Sulit untuk membubarkan PT 
  • Pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden

Koperasi
  • Suatu perkumpulan yang keanggotaannya bersifat murni pribadi dan tidak dapat dialihkan 
  • Di dalam koperasi tidak ada modal permanen, karena anggotanya dapat berganti-ganti 
  • Menurut UU no. 25 tahun 1992, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. 
  • Status badan hukum koperasi diperoleh setelah memperoleh pengesahan dari pemerintah (Menteri Koperasi).

Modal Koperasi
  • Modal koperasi diperoleh dari simpanan pokok, wajib dan sukarela dari anggota. 
  • Modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, sumbangan suka rela, hibah dan dana cadangan Sisa Hasil Usaha. 
  • Modal Pinjaman dapat berasal dari anggota, koperasi lainnya dan atau anggotanya, bank, penerbitan obligasi atau surat utang lainnya, sumber lain yang sah.

Pengertian, Karakteristik, dan Gambaran Umum Akuntansi

Pengertian, Karakteristik, dan Gambaran Umum Akuntansi 1_

Pengertian, Karakteristik, dan Gambaran Umum Akuntansi - Hai Sobat, kali ini penulis akan menyajikan artikel tentang Pengertian, Karakteristik, dan Gambaran Umum Akuntansi. Materi ini penulis buat untuk memenuhi tugas akuntansi dasar. Baiklah tanpa panjang lebar, langsung saja simak pengertian dari Akuntansi berikut ini.

Definisi Akuntansi dari Sudut Pemakai : “Suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi”

Informasi yang dihasilkan akuntansi diperlukan untuk :

  • Membuat perencanaan yang efektif, pengawasan dan pengambilan keputusan oleh manajemen.
  • Pertanggung jawaban organisasi kepada para investor, kreditur, badan pemerintah dan sebagainya.


Definisi Akuntansi dari Sudut Proses Kegiatan : “Proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi.”

Pada dasarnya akuntansi harus :
  1. Mengindentifikasikan data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil. 
  2. Memproses atau menganalisis data yang relevan. 
  3. Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. 

Definisi Akuntansi

AICPA (American Institute of Certified Public Accountans) : Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, pengelompokkan dan pengikhtisaran menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang, segala transaksi dan kejadian yang sedikit-dikitnya bersifat finansial dan kemudian menafsirkan hasilnya.

Definisi menurut AAA (American Accounting Association) : Akuntansi sebagai proses yang meliputi identifikasi, pengukuran dan pengkomunikasian informasi ekonomi, yang memungkinkan penilaian dan pengambilan keputusan yang berharga oleh pengguna informasi.

Revisi AICPA : Akuntansi adalah aktivitas jasa yang berfungsi untuk menghasilkan informasi yang bersifat angka, terutama tentang finansial, dari suatu unit entitas ekonomi, yang dimaksudkan untuk dapat berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi, dalam menentukan pilihan yang dianggap memiliki dasar yang kuat dibandingkan jika kita mengambil pilihan yang lain.

Menurut Kaplan & Norton : Akuntansi diartikan suatu sistem informasi yang merupakan bagian dari sistem bisnis keseluruhan di era informasi. Akuntansi dibutuhkan disetiap denyut bisnis di era informasi.

Akuntansi menjadi multidimensi dilihat dari berbagai perspektif : Akuntansi sebagai ideologi, bahasa, catatan historis, realitas ekonomi, sistem informasi, komoditi, pertanggung jawaban dan teknologi.

Pengertian, Karakteristik, dan Gambaran Umum Akuntansi 2_

Tahap Tahap Teknik Akuntansi
  • Pencatatan transaksi - transaksi
  • pengelompokan transaksi - transaksi
  • pengikhtisaran transaksi- transaksi

Spesialisasi Akuntansi
  • Akuntansi umum atau keuangan (general accounting)
  • Akuntansi biaya (cost accounting)
  • Akuntansi anggaran (budget accounting)
  • Akuntansi pajak (tax accounting)
  • Akuntansi pemeriksaan (auditing)
  • Sistem akuntansi (accounting system) 
  • Akuntansi pemerintah (goverment accounting)

Pengertian, Karakteristik, dan Gambaran Umum Akuntansi_

Tujuan

Menyajikan informasi ekonomi (economic information) dari suatu kesatuan ekonomi (economic entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Pengguna Informasi Akuntansi :
  • Internal users
    - Pemilik
    - Manager Perusahaan
    - Karyawan/Federasi Buruh
  • External users
    - Kreditor
    - Pemerintah
    - Calon Pemilik (Investor)

Pemilik dan Calon Pemilik (Investor)
Untuk mengetahui hak-haknya yang akan diperoleh dari hasil operasi perusahaan dan dengan demikian dia dapat juga memutuskan untuk menambah modal yang ditanamkan atau menariknya.

Kreditor
Digunakan untuk mengambil keputusan diberi atau tidaknya kredit yang diajukan oleh debitor serta berapa jumlah kredit yang daoat diberikan kepadanya.

Pemerintah
Untuk mengevaluasi pajak dan untuk mengetahui apakah perusahaan telah mematuhi peraturan-peratutan yang berlaku atau tidak, misalnya sehubungan dengan upah minimum regional yang berlaku.

Karyawan / Federasi Buruh
Untuk menentukan kontrak kerja, atau keputusan-keputusan lain yang diperlukan.

Manager Perusahaan
Untuk melakukan evaluasi hasil operasi yang telah dilakukan dalam satu periode, sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan stategik.


Profesi Akuntansi

A. Akuntansi Perseorangan (Private Accounting)
B. Akuntansi Publik (Publik Accounting)
C. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
D. Akuntansi Pendidikan (Accounting Education)


A. Akuntansi Perseorangan (Private Accounting)

Akuntasi perseorangan adalah bidang spesialisasi yang digeluti oleh akuntan-akuntan yang bekerja pada perusahaan-perusahaan tertentu.

Akuntan yang bekerja dalam bidang ini disebut Akuntan Intern.

Jasa yang diberikan, antara lain :
  • Controller : Seorang kepala bagian akuntansi dari suatu perusahaan tertentu. Bertugas mengawasi semua kegiatan dari organisasi yang bersangkutan.
  • Cost Accountant : Akuntan yang memiliki spesialisasi mengelola data biaya produksi. Bertugas menyeleksi, memproses, dan melaporkan data biaya produksi.
  • Internal Auditor : Akuntan yang berkewajiban untuk menyelidiki dan menilai akuntasi dari perusahaan tempat ia bekerja. Internal auditor akan memeriksa catatan akuntasi dan apabila diperlukan dapat mengusulkan perubahan sistem akuntansi perusahaan yang bersangkutan. Selain itu internal auditor berkewajiban untuk membawa pihak-pihak pengelola perusahaan dalam pengambilan keputusan.
  • Tax Specialist

B. Akuntansi Publik (Publik Accounting)

Adalah bidang akuntansi yang dikerjakan oleh akuntan publik.

Akuntan publik adalah akuntan yang mendapat sertifikat dari pemerintah untuk berprofesi sebagai akuntan publik.

Gelar akuntan publik selain dicapai dengan pendidikan formal, juga harus dilalui dengan praktek keahlian seperti yang ditetapkan.

Di Indonesia gelar “akuntan” diatur dalam UU No.34 Tahun 1954 Pasal 2 yang berbunyi :
  • Ijazah yang diberikan oleh suatu universitas negeri atau badan perguruan tinggi lain yang dibentuk menurut undang-undang atau diakui pemerintah, sebagai tanda bahwa pendidikan akuntan pada perguruan tinggi tersebut telah dilalui dengan baik.
  • Ijazah yang diterima sesudah lulus dalam ujian lain yang menurut pendapat panitia ahli termasuk dalam pasal 3, guna menjalankan pekerjaan akuntan dapat disamakan dengan ijazah akuntan.
Pada undang-undang tersebut, pendidikan untuk menjadi “akuntan” dilakukan melalui Fakultas Ekonomi Negeri yang mempunyai jurusan akuntansi, antara lain:
  • Universitas Indonesia,
  • Universitas Gajah Mada,
  • Universitas Sumatera,
  • Universitas Pajajaran,
  • Universitas Airlangga,
  • Universitas Brawijaya,
  • Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Bagi fakultas ekonomi perguruan tinggi swasta (atau perguruan tinggi tertentu lainnya) gelar akuntan baru dapat diperoleh apabila mereka telah lulus Ujian Negara Akuntansi (UNA).

Ujian ini diselenggarakan oleh Konsorsium Ilmu Ekonomi (suatu konsorsium pendidikan tinggi ilmu ekonomi yang dibentuk dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 1976).


C. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)

Akuntan yang bertugas untuk membantu pembuatan peraturan-peraturan pajak, memeriksa dan menyelidiki pelaporan pajak dan membuat rancangan sistem untuk organisasi yang bersangkutan.


D. Akuntansi Pendidikan (Accounting Education)

Bidang akuntansi yang digeluti oleh para akuntan yang mengajar di lembaga-lembaga pendidikan, seperti universitas, akademi, dan lain-lain.


Bidang-bidang Akuntansi
  • Akuntansi Publik- Auditing (Pemeriksaan Akuntan)
    - Perpajakan
    - Konsultasi Manajemen
  • Akuntansi Intern- Akuntansi Umum (Pembuatan Laporan Keuangan)
    - Akuntansi Biaya
    - Penganggaran
    - Pemeriksaan Intern
    - Perancangan Sistem Akuntansi

Akuntansi Publik
  • Auditing : Meliputi kegiatan pemeriksaan atas catatan-catatan akuntansi dan laporan keuangan secara independen. Pemeriksaan akuntan ini meliputi pemeriksaan terhadap sistem dan prosedur perusahaan, catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan, serta memberikan pendapat mengenai “kelayakan dan kewajaran” laporan keuangan yang bersangkutan.
  • Perpajakan : Bidang akuntansi yang mencakup penyusunan surat pemberitahuan pajak, mempertimbangkan konsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan. Tujuan : Memenuhi peraturan pajak yang berlaku dan Menekan pajak seminimal mungkin
  • Konsultasi Manajemen : Pemberian jasa yang meliputi aspek yang luas. Diberikan bersamaan dengan jasa pemeriksaan akuntan. Memberikan berbagai pertimbangan dan saran kepada manajemen untuk memperbaiki hasil operasi perusahaan yang menggunakan jasa.

Akuntansi Intern
  • Akuntansi Umum (Pembuatan Laporan Keuangan) : meliputi kegiatan pencatatan transaksi, penyusunan laporan-laporan periodik yang sesuai dengan Standart Akuntansi Keuangan.
  • Akuntansi Biaya : merupakan bidang akuntansi yang penekanannya pada masalah penetapan dan pengendalian biaya, dari saat produksi siap dimulai sampai dengan barang selesai diproses/diproduksi. Membantu manajemen dalam penetapan harga jual produk sehingga memperoleh laba yang lebih besar. Hasil akhir dari akuntansi adalah “laporan perhitungan Harga Pokok Produksi”.
  • Penganggaran (Akuntansi Anggaran) : Bidang akuntansi yang menyajikan rencana operasi keuangan untuk periode tertentu, kemudian membandingkan realisasi dengan rencana operasi, sehingga operasi perusahaan dapat dimonitor dan dikendalikan. Penyusunan Anggaran dilakukan dengan memperhatikan data historis yang dilaporkan dalam laporan keuangan.
  • Pemeriksaan Intern : Pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan intern perusahaan. Bertugas mengevaluasi sistem akuntansi dan manajemen. Tujuan utamanya adalah untuk membantu manajemen dalam memperbaiki efisiensi operasi dan untuk menjamin bahwa para karyawan dan bagian-bagian perusahaan telah melaksanakan prosedur dan rencana yang ditetapkan manajemen.
  • Perancangan Sistem Akuntansi : adalah bidang khusus yang menangani perencanaan dan penerapan prosedur-prosedur untuk mengumpulkan dan melaporkan data keuangan.

Pengelompokkan Akuntansi
  • Akuntansi Keuangan : Tujuan utamanya menghasilkan laporan keuangan untuk pihak-pihak di luar manajemen perusahaan
  • Akuntansi manajemen : Tujuan utamanya menghasilkan informasi untuk kepentingan manajemen

Ikatan Profesi Akuntansi


Sekian Artikel Pengertian, Karakteristik, dan Gambaran Umum Akuntansi.

29/06/15

Definisi dan Karakteristik Dalam Kepemimpinan (Leadership)

Definisi dan Karakteristik Kepemimpinan (Leadership)_

Definisi dan Karakteristik Kepemimpinan Dalam (Leadership) - Kepemimpinan (leadership) adalah suatu proses mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

UNSUR-UNSUR KEPEMIMPINAN :
  1. Pemimpin / Atasan
    Mempunyai wewenang untuk memimpin
    Mendelegasikan tugas
  2. Anggota / Subordinate / Bawahan
    Membantu pemimpin sesuai tugasnya
  3. Misi – Tujuan – Target
    Direalisasi sesuai landasan budaya/filosofi organisasi

GAYA KEPEMIMPINAN

TIGA GAYA KEPEMIMPINAN :
  1. Memaksa (autocratic, otoriter)
    - Pemimpin mengambil keputusan, anggota harus mentaatinya
    - Untuk anggota baru, tidak disiplin, prestasi menurun
    - Untuk memulai usaha baru, usaha dalam kondisi kritis 
  2. Terpimpin (democratic, consultative)
    - Pemimpin dan anggota bersama-sama membuat pemecahan masalah
    - Anggota mengungkapkan gagasan, pemimpin mengarahkan 
  3. Bebas (free-rein, participative)
    - Anggota diberi kebebasan mengembangkan kreasinya
    - Untuk anggota berketrampilan tinggi, cerdas, bermotivasi tinggi

TEORI DUO KONTINUM

1. Authority :
- Autocratic
- Democratic
- Free-Rein

2. Participate :
- Pemimpin
- Anggota


KEMAUAN MANUSIA

a. Kemauan berkuasa (need of power)
b. Kemauan berkawan (need of affiliation)
c. Kemauan berprestasi (need of achievement)

KEPEMIMPINAN YANG BAIK ADALAH KEPEMIMPINAN SITUASIONAL 
  • Flexible, berubah karena waktu 
  • Adaptif terhadap lingkungan

Wewenang digunakan untuk mengarahkan dan menerangkan peranan / tanggungjawab seseorang.

Wewenang / Kekuasaan (Power)

JENIS-JENIS WEWENANG DALAM KEPEMIMPINAN :
  1. Wewenang Struktural
    - Karena jabatan dalam organisasi 
  2. Wewenang Kearifan (Karismatik)
    - Karena memiliki sikap dan perilaku positif, pengetahuan, kemampuan dan pengalaman 
  3. Wewenang Moral
    - Karena memiliki integritas, bermoral baik, berada di tengah anggota terutama saat ada masalah
  4. Wewenang Reputasi
    - Karena prestasi masalalu 
  5. Wewenang Jasmaniah
    - Karena bentuk atau penampilan fisik seseorang baik yang nyata maupun kesan yang terpantul darinya

Semakin banyak jenis wewenang yang dimiliki seorang pemimpin maka semakin BAIK
Pemimpin yang baik menggunakan kewenangan secara CERDAS dan PEKA sehingga menjadi sangat berwenang tanpa sewenang-wenang
Menjadi pemimpin bukan berarti mendapatkan hak untuk MEMERINTAH, tetapi justru kewajiban memberi TELADAN KUALITAS sehingga orang lain bisa menerima perintahnya tanpa merasa direndahkan
Kepemimpinan adalah TINDAKAN, bukan KEDUDUKAN

KARAKTERISTIK PRIBADI PEMIMPIN
  1. Memiliki kecerdasan cukup tinggi
  2. Memiliki kecakapan berkomunikasi
  3. Memiliki kecakapan mendidik
  4. Emosi terkendali
  5. Memiliki motivasi berprestasi
  6. Memiliki kepercayaan diri
  7. Memiliki ambisi

CARA MEMOTIVASI BAWAHAN :
  1. Tegurlah tapi jangan kasar 
  2. Pekalah terhadap manusia 
  3. Bijaksana terhadap hal-hal sensitif dibawah ini :
    - Jangan remehkan seorang bawahan
    - Jangan kritik bawahan didepan orang lain
    - Sekali-kali beri perhatian penuh bawahan
    - Jangan mementingkan diri sendiri dan bawahan berpikir demikian
  4. - Jangan memunculkan anak emas
    - Selalu berusahalah mengembangkan bawahan
    - Mengertilah hal-hal kecil namun sangat menyentuk bawahanJangan membanggakan diri di hadapan bawahan
    - Jangan racuni iklim kerja yang sudah baik karena adanya seorang bawahan yang kurang berprestasi
    - Jangan terombang-ambing dalam mengambil keputusan


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *