Tampilkan postingan dengan label Algoritma Pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Algoritma Pemrograman. Tampilkan semua postingan

31/05/15

Simbol-Simbol Flowchart Lengkap Pada Algoritma Pemrograman

Simbol-Simbol Flowchart Lengkap Pada Algoritma Pemrograman

Simbol-Simbol Flowchart Lengkap Pada Algoritma Pemrograman - Simbol-Simbol Flowchart dipakai sebagai alat bantu untuk menggambarkan proses di dalam program.

Simbol-Simbol Flowchart dibagi menjadi tiga kelompok :

I. Flow Direction Symbols

Dipakai untuk menggabungkan antara symbol yang satu dengan symbol lainnya 

Symbol Off-line Connector_1. Symbol Off-line Connector : Simbol untuk keluar atau masuk prosedure atau proses dalam lembar/halaman yang lain.

Symbol Connector2. Symbol Connector : Simbol untuk keluar atau masuk prosedur atau proses dalam lembar/halaman yang sama.
Symbol Comunication Link
3. Symbol Comunication Link : Simbol transmisi untuk informasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya.




II. Processing Symbols

Menunjukkan jenis operasi pengolahan dalam suatu prosedur.
Symbol ProcessSymbol Process : Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer.

Symbol Manual OperationSymbol Manual Operation : Simbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak dilakukan oleh komputer.

Symbol DecisionSymbol Decision : Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa kemungkinan jawaban/aksi.

Symbol Predefined ProcessSymbol Predefined Process : Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage.

Symbol TerminalSymbol Terminal : Simbol untuk permulaan atau akhir dari suatu program .


Symbol Off-line StorageSymbol Off-line Storage : Simbol yang menunjukkan bahwa data di dalam symbol ini akan disimpan

Symbol Manual InputSymbol Manual Input : Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard

Symbol Keying Operation : Simbol operasi dengan menggunakan mesin yang mempunyai keyboard

III. Input-output symbols

Menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.

Symbol input-outputSymbol input-output : Symbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya

Symbol magnetig-tape unitSymbol magnetig-tape unit : Symbol yang menyatakan input berasal pita magnetic atau output disimpan ke pita magnetic

Symbol punched cardSymbol punched card : Symbol yang menyatakan input berasal dari kartu atau output ditulis ke kartu

Symbol disk and on-line storageSymbol disk and on-line storage : Symbol untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk

Symbol displaySymbol display : Symbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya

Symbol transmittal tapeSymbol transmittal tape : Symbol untuk menyatakan input berasal dari mesin jumlah/hitung

Symbol dokumenSymbol dokumen : symbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas

Standar Penyusunan dan Konsep Algoritma Pemrograman

Standar Penyusunan dan Konsep Algoritma Pemrograman

Standar Penyusunan dan Konsep Algoritma Pemrograman - Dalam menyusun program, ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan oleh seorang pemrogram, misalnya :

a. Kebenaran logika dan penulisan

Program yang disusun harus memiliki kebenaran logika pemecahan masalah maupun penulisan. Program harus memiliki ketepatan, ketelitian dan kebenaran dalam perhitungan sehingga hasilnya dapat dipercaya

Dalam penyusunan program, pemrogram tidak boleh hanya berpegang pada prinsip “asal program dapat dieksekusi saja”, tetapi harus benar-benar teliti dalam menulis rumus-rumus dan urutan logis dari langkah-langkah pemecahan masalah yang disusun

b. Waktu minimum untuk penulisan program

Dalam penulisan program, pemrogram harus dapat menentukan waktu minimum penulisan programnya. Waktu minimum penulisan program adalah waktu yang harus tersedia secara wajar untuk menyusun program, dari awal hingga siap dioperasikan

c. Kecepatan maksimum eksekusi program

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk dapat menghasilkan program yang memiliki kecepatan eksekusi maksimum, antara lain bahasa pemrograman yang digunakan (basis interpreter atau compiler), algoritma yang disusun, teknik pemrograman yang diterapkan dan perangkat keras yang dipakai untuk mengoperasikannya.

Kecepatan maksimum eksekusi program juga dapat ditingkatkan dengan memperbaiki struktur program, misalnya dalam proses pengujian. Hindilah proses pengujian yang berulang-ulang secara percuma.

Contoh:
If item = nilai1

Instruksi1

Endif

If item = nilai 2
Instruksi2

Endif

If item = nilai 3

Instruksi3

Endif

Bentuk di atas merupakan bentuk sequence dari tiga kali pengujian untuk mendapatkan satu alternatif. Lebih baik jika bentuk pengujian diatas ditulis sebagai berikut :

If item = nilai1

Instruksi1

Else
If item = nilai 2

Instruksi2

Else

If item = nilai 3

Instruksi3

Endif

Endif

Endif

Bentuk kedua di atas menyebabkan nilai item belum tentu di uji sebanyak tiga kali, dan segera setelah pengujian berhasil mengambil keputusan, maka proses pengujian tidak dilanjutkan.

d. Eksresi penggunaan memori

Seorang pemrogram perlu mempelajari teknik-teknik pembuatan program yang meminimumkan penggunaan memori. Pemborosan pemakaian memori akan menyebabkan eksekusi berjalan lambat.

e. Kemudahan merawat dan mengembangkan program

Program hendaknya memiliki struktur pemrograman yang baik, struktur data yang jelas dan dilengkapi dengan dokumentasi sehingga mudah untuk dipahami, diuji dan dikembangkan

f. User Friendly

Program yang disusun harus memiliki fasilitas-fasilitas yang memberikan kemudahan bagi pemakai untuk mengoperasikannya, misalnya dengan penambahan fasilitas on line help guna memberi penjelasan jika terjadi kesulitan, menu pilihan, tampilan yang informatif, pesan-pesan yang sederhana dan singkat sehingga mudah untuk dipahami, dan sebagainya

g. Portability

Usahakan agar program yang disusun dapat dioperasikan dengan berbagai jenis system operasi dan perangkat keras yang berbeda, sehingga fleksibel untuk digunakan

h. Pemrograman Modular

Pada teknik top down, masalah yang besar dan kompleks di bagi-bagi ke dalam beberapa kelompok masalah yang lebih kecil. Kelompok masalah kecil itu disebut modul dan teknik pemrograman terstuktur yang digunakan untuk mengimplementasikan langkah-langkah pemecahan masalah pada kelompok masalah yang kecil tersebut dikenal dengan sebutan teknik pemrograman modular. Namun setelah masing-masing modul disusun maka harus dibuat suatu system untuk mengintegrasikannya sehingga menjadi satu kesatuan program yang lengkap.

MEMBANGUN PROGRAM

Bila masalah yang dihadapi oleh seorang pemrogram sangat besar dan kompleks, maka ia pasti membutuhkan tahapan-tahapan dalam membangun programnya, agar dapat diperoleh suatu program yang baik. Sebenarnya tahapan-tahapan tersebut hanya membantu pemrogram agar dapat menyelesaikan pekerjaannya secara sistematis.

Tahapan-tahapan untuk membangun suatu program yang besar dan kompleks adalah sebagai berikut :

a. Definisi masalah

b. Analisis kebutuhan

c. Teknik pemecahan masalah dan algoritma

d. Pengkodean

e. Testing dan Debuging

f. Pemeliharaan

g. Dokumentasi

Untuk memecahkan suatu masalah yang sederhana pemrogram tidak perlu melalui tujuh tahap tersebut, tetapi cukup mengidentifikasi masalah, menentukan input, proses dan output yang diinginkan, menentukan algoritma, mengimplementasikannya dengan sautu bahasa pemrograman tertentu dan melakukan testing.

ALASAN MENGGUNAKAN TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN PROGRAM

Ada beberapa alasan mengapa seorang pemrogram perlu menggunakan tahap-tahap penyusunan program, yaitu :

a. Pertimbangan Logis

Melalui tahap definisi masalah dan analisis kebutuhan, maka pemrogram dapat mengetahui dengan jelas bobot atau tingkat kesuliltan yang harus dipecahkan sehingga dapat melakukan perhitungan yang tepat untuk menentukan jumlah tenaga, harga, sumber daya dan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun program

b. Pertimbangan analogi

Menyusun program seakan-akan identik dengan membangun rumah dimana dibutuhkan rancangan arsitektur dan definisi tahap-tahap pengerjaan yang terencana secara baik dan sistematis, sebelum ia mulai membangun

c. Pertimbangan jumlah data

Jumlah dan jenis data serta proses pengolahan data merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan secara khusus. Jumlah dan jenis data sangat mempengaruhi dalam menentukan jenis variable dan yang akan digunakan dalam penyusunan program tersebut

d. Pertimbangan untuk pengembangan

Melalui tahap-tahap penyusunan program akan diperoleh suatu program yang baik, terstruktur dan sistematis, sehingga dapat dengan mudah dikembangkan di masa mendatang

e. Pertimbangan prinsip

Dalam menyusun program sebaiknya pemrogram membuat persiapan dan rancangan arsitekktur program dengan matang, sehingga tidak menimbulkan masalah pada tahap coding dan testing

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *