Tampilkan postingan dengan label Keamanan Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keamanan Jaringan. Tampilkan semua postingan

14/07/15

Konsep Dasar Autentikasi Password Pada Linux

Konsep Dasar Autentikasi Password Pada Linux

Konsep Dasar Autentikasi Password Pada Linux - Untuk dapat mengakses sistem operasi Linux digunakan mekanisme password. Pada distribusi-distribusi Linux yang lama, password tersebut disimpan dalam suatu file teks yang terletak di /etc/passwd. File ini harus dapat dibaca oleh setiap orang (world readable) agar dapat digunakan oleh program-program lain yang menggunakan mekanisme password tersebut.

Contoh isi file /etc/passwd :
root:..CETo68esYsA:0:0:root:/root:/bin/bash
bin:jvXHHBGCK7nkg:1:1:bin:/bin:
daemon:i1YD6CckS:2:2:daemon:/sbin:
adm:bj2NcvrnubUqU:3:4:adm:/var/adm:
rms:x9kxv932ckadsf:100:100:Richard M Stallman:/home/rms:/bin/bash
dmr:ZeoW7CaIcQmjhl:101:101:Dennis M Ritchie:/home/dmr:/bin/bash
linus:IK40Bb5NnkAHk:102:102:Linus Torvalds:/home/linus:/bin/bash


Keterangan :
  1. Field pertama : nama login
  2. Field kedua : password yang terenkripsi
  3. Field ketiga : User ID
  4. Field keempat : Group ID
  5. Field kelima : Nama sebenarnya
  6. Field keenam : Home directory user
  7. Field ketujuh : User Shell 
Password login yang terdapat pada file /etc/passwd dienkripsi dengan menggunakan algoritma DES yang telah dimodifikasi. Meskipun demikian hal tersebut tidak mengurangi kemungkinan password tersebut dibongkar (crack). Karena penyerang (attacker) dapat melakukan dictionary-based attack dengan cara :
  • Menyalin file /etc/passwd tersebut
  • Menjalankan program-program yang berguna untuk membongkar password, contohnya adalah John the Ripper (www.openwall.com/john/).
Untuk mengatasi permasalahan ini pada distribusi-distribusi Linux yang baru digunakan program utility shadow password yang menjadikan file /etc/passwd tidak lagi berisikan informasi password yang telah dienkripsi, informasi tersebut kini disimpan pada file /etc/shadow yang hanya dapat dibaca oleh root.

Berikut ini adalah contoh file /etc/passwd yang telah di-shadow :
root:x:0:0:root:/root:/bin/bash
bin:x:1:1:bin:/bin:
daemon:x:2:2:daemon:/sbin:
adm:x:3:4:adm:/var/adm:
rms:x:100:100:Richard M Stallman:/home/rms:/bin/bash
dmr:x:101:101:Dennis M Ritchie:/home/dmr:/bin/bash
linus:x:102:102:Linus Torvalds:/home/linus:/bin/bash


Dengan demikian, penggunaan shadow password akan mempersulit attacker untuk melakukan dictionary-based attack terhadap file password.

Selain menggunakan shadow password beberapa distribusi Linux juga menyertakan program hashing MD5 yang menjadikan password yang dimasukkan pemakai dapat berukuran panjang dan relatif mudah diingat karena berupa suatu passphrase.

Mekanisme yang telah disediakan sistem operasi tersebut di atas tidaklah bermanfaat bila pemakai tidak menggunakan password yang "baik". Berikut ini adalah beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk membuat password yang "baik" :
  1. Jangan menggunakan nama login anda dengan segala variasinya.
  2. Jangan menggunakan nama pertama atau akhir anda dengan segala variasinya.
  3. Jangan menggunakan nama pasangan atau anak anda.
  4. Jangan menggunakan informasi lain yang mudah didapat tentang anda, seperti nomor telpon, tanggal lahir.
  5. Jangan menggunakan password yang terdiri dari seluruhnya angka ataupun huruf yang sama.
  6. Jangan menggunakan kata-kata yang ada di dalam kamus, atau daftar kata lainnya.
  7. Jangan menggunakan password yang berukuran kurang dari enam karakter.
  8. Gunakan password yang merupakan campuran antara huruf kapital dan huruf kecil.
  9. Gunakan password dengan karakter-karakter non-alfabet.
  10. Gunakan password yang mudah diingat, sehingga tidak perlu ditulis.
  11. Gunakan password yang mudah diketikkan, tanpa perlu melihat pada keyboard.
Beberapa tool yang bisa dipakai untuk melihat strong tidaknya passwor adalah john the ripper. Kita bisa memakai utility ini untuk melihat strong tidaknya suatu pasword yang ada pada komputer.


Tipe Serangan DoS (Denial of Service) dan Cara Mencegahnya

Tipe Serangan DoS (Denial of Service) dan Cara Mencegahnya - Denial of Service adalah aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis) atau mematikan-nya, sehingga user yang berhak/berkepentingan tidak dapat menggunakan layanan tersebut. Dampak akhir dari aktifitas ini menjurus kepada tehambatnya aktifitas korban yang dapat berakibat sangat fatal (dalam kasus tertentu).

Tipe Serangan DoS (Denial of Service) dan Cara Mencegahnya

Pada dasarnya Denial of Service merupakan serangan yang sulit diatasi, hal ini disebabkan oleh resiko layanan publik dimana admin akan berada pada kondisi yang membingungkan antara layanan dan kenyamanan terhadap keamanan. Seperti yang kita tahu, keyamanan berbanding terbalik dengan keamanan. Maka resiko yang mungkin timbul selalu mengikuti hukum ini.

Beberapa Aktifitas DoS adalah:
  1. Aktifitas 'flooding' terhadap suatu server. 
  2. Memutuskan koneksi antara 2 mesin. 
  3. Mencegah korban untuk dapat menggunakan layanan. 
  4. Merusak sistem agar korban tidak dapat menggunakan layanan
Beberapa Tipe-Tipe Serangan DoS

1. SYN-Flooding
SYN-Flooding merupakan network Denial ofService yang memanfaatkan 'loophole' pada saat koneksi TCP/IP terbentuk. Kernel Linux terbaru (2.0.30 dan yang lebih baru) telah mempunyai option konfigurasi untuk mencegah Denial of Service dengan mencegahmenolak cracker untuk mengakses sistem.

2. Pentium 'FOOF' Bug
Merupakan serangan Denial of Service terhadap prosessor Pentium yang menyebabkan sistem menjadi reboot. Hal ini tidak bergantung terhadap jenis sistem operasi yang digunakan tetapi lebih spesifik lagi terhadap prosessor yang digunakan yaitu pentium.

3. Ping Flooding
Ping Flooding adalah brute force Denial of Service sederhana. Jika serangan dilakukan oleh penyerang dengan bandwidth yang lebih baik dari korban, maka mesin korban tidak dapat mengirimkan paket data ke dalam jaringan (network). Hal ini terjadi karena mesin korban di banjiri (flood) oleh peket-paket ICMP. Varian dari serangan ini disebut "smurfing"

Cara Mencegah Terjadinya Serangan DoS

1. Selalu Up to Date
Seperti contoh serangan diatas, SYN Flooding sangat efektif untuk membekukan Linux kernel 2.0.*. Dalam hal ini Linux kernel 2.0.30 keatas cukup handal untuk mengatasi serangan tersebut dikarenakan versi 2.0.30 memiliki option untuk menolak cracker untuk mengakses system. 

2. Ikuti Perkembangan Security
Hal ini sangat efektif dalam mencegah pengerusakan sistem secara ilegal. Banyak admin malas untuk mengikuti issue-issue terbaru perkembangan dunia security. Dampak yang paling buruk, sistem cracker yang 'rajin', 'ulet' dan 'terlatih' akan sangat mudah untuk memasuki sistem dan merusak - tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan Denial of Service.

3. Menggunakan Firewall

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Firewall

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Firewall - Firewall adalah sistem atau sekelompok sistem yang menetapkan kebijakan kendali akses antara dua jaringan. Secara prinsip, firewall dapat dianggap sebagai sepasang mekanisme : yang pertama memblok lalu lintas, yang kedua mengijinkan lalu lintas jaringan. Firewall dapat digunakan untuk melindungi jaringan anda dari serangan jaringan oleh pihak luar, namun firewall tidak dapat melindungi dari serangan yang tidak melalui firewall dan serangan dari seseorang yang berada di dalam jaringan anda, serta firewall tidak dapat melindungi anda dari program-program aplikasi yang ditulis dengan buruk.

Pengertian, Jenis, dan Fungsi Firewall

Secara umum, Firewall biasanya menjalankan fungsi:

1. Analisa dan Filter Paket
Data yang dikomunikasikan lewat protokol di internet, dibagi atas paket-paket. Firewall dapat menganalisa paket ini, kemudian memperlakukannya sesuai kondisi tertentu. Misal, jika ada paket a maka akan dilakukan b. Untuk filter paket, dapat dilakukan di Linux tanpa program tambahan.

2. Bloking Isi dan Protokol
Firewall dapat melakukan bloking terhadap isi paket, misalnya berisi applet Jave, ActiveX, VBScript, Cookie.

3. Autentikasi Koneksi dan Enkripsi
Firewall umumnya memiliki kemampuan untuk menjalankan enkripsi dalam autentikasi identitas user, integritas dari satu session, dan melapisi transfer data dari intipan pihak lain. Enkripsi yang dimaksud termasuk DES, Triple DES, SSL, IPSEC, SHA, MD5, BlowFish, IDEA dan sebagainya.

Secara konseptual, terdapat dua macam firewall yaitu :

1. Network Level
Firewall network level mendasarkan keputusan mereka pada alamat sumber, alamat tujuan dan port yang terdapat dalam setiap paket IP. Network level firewall sangat cepat dan sangat transparan bagi pemakai. Application level firewall biasanya adalah host yang berjalan sebagai proxy server, yang tidak mengijinkan lalu lintas antar jaringan, dan melakukan logging dan auditing lalu lintas yang melaluinya

2. Application Level
Application level firewall menyediakan laporan audit yang lebih rinci dan cenderung lebih memaksakan model keamanan yang lebih konservatif daripada network level firewall. Firewall ini bisa dikatakan sebagai jembatan. Application-Proxy Firewall biasanya berupa program khusus, misal squid


TUGAS PENDAHULUAN
  1. Sebutkan dan jelaskan dengan singkat apa yang disebut dengan konsep logging?
  2. Sebutkan fasilitas logging yang ada di linux!
  3. Sebutkan beberapa software yang biasa dipakai untuk melakukan monitoring log di linux.

Tipe Scanning dan Cara Menyelidiki Sistem Pada Jaringan

Tipe Scanning dan Cara Menyelidiki Sistem Pada Jaringan - Server tugasnya adalah melayani client dengan menyediakan service yang dibutuhkan. Server menyediakan service dengan bermacam-macam kemampuan, baik untuk lokal maupun remote. Server listening pada suatu port dan menunggu incomming connection ke port. Koneksi bisa berupa lokal maupuan remote.

Tipe Scanning dan Cara Menyelidiki Sistem Pada Jaringan

Port sebenarnya suatu alamat pada stack jaringan kernel, sebagai cara dimana transport layer mengelola koneksi dan melakukan pertukaran data antar komputer. Port yang terbuka mempunyai resiko terkait dengan exploit. Perlu dikelola port mana yang perlu dibuka dan yang ditutup untuk mengurangi resiko terhadap exploit.

Ada beberapa utility yang bisa dipakai untuk melakukan diagnosa terhadap sistem service dan port kita. Utility ini melakukan scanning terhadap sistem untuk mencari port mana saja yang terbuka, ada juga sekaligus memberikan laporan kelemahan sistem jika port ini terbuka.

Port Scanner merupakan program yang didesain untuk menemukan layanan (service) apa saja yang dijalankan pada host jaringan. Untuk mendapatkan akses ke host, cracker harus mengetahui titik-titik kelemahan yang ada. Sebagai contoh, apabila cracker sudah mengetahui bahwa host menjalankan proses ftp server, ia dapat menggunakan kelemahan-kelemahan yang ada pada ftp server untuk mendapatkan akses. Dari bagian ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa layanan yang tidak benar-benar diperlukan sebaiknya dihilangkan untuk memperkecil resiko keamanan yang mungkin terjadi.

Type Scanning

connect scan
Jenis scan ini konek ke port sasaran dan menyelesaikan three-way handshake (SYN, SYN/ACK, dan ACK). Scan jenis ini mudah terdeteksi oleh sistem sasaran.

TCP SYN scan
Teknik ini dikenal sebagai half-opening scanning karena suatu koneksi penuh TCP tidak sampai terbentuk. Sebaliknya, suatu paket SYN dikirimkan ke port sasaran. Bila SYN/ACK diterima dari port sasaran, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa port itu berada dalam status LISTENING. Suatu RST/ACT akan dikirim oleh mesin yang melakukan scanning sehingga koneksi penuh tidak akan terbentuk. Teknik ini bersifat siluman dibandingkan TCP connect penuh, dan tidak aka tercatat pada log sistem sasaran.

TCP FIN scan
Teknik ini mengirim suatu paket FIN ke port sasaran. Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengirim balik suatu RST untuk setiap port yang tertutup. Teknik ini hanya dapat dipakai pada stack TCP/IP berbasis UNIX.

TCP Xmas Tree scan
Teknik ini mengirimkan suatu paket FIN, URG, dan PUSH ke port sasaran. Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengembalikan suatu RST untuk semua port yang tertutup.

TCP Null scan
Teknik ini membuat off semua flag. Berdasarkan RFC 793, sistem sasaran akan mengirim balik suatu RST untuk semua port yang terturup.

TCP ACK scan
Teknik ini digunakan untuk memetakan set aturan firewall. Dapat membantu menentukan apakah firewall itu merupakan suatu simple packet filter yang membolehkan hanya koneksi-koneksi tertentu (koneksi dengan bit set ACK) atau suatu firewall yang menjalankan advance packet filtering.

TCP Windows scan
Teknik ini dapat mendeteksi port-port terbuka maupun terfilter/tidak terfilter pada sistem-sistem tertentu (sebagai contoh, AIX dan FreeBSD) sehubungan dengan anomali dari ukuran windows TCP yang dilaporkan.

TCP RPC scan
Teknik ini spesifik hanya pada system UNIX dan digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi port RPC (Remote Procedure Call) dan program serta normor versi yang berhubungan dengannya.

UDP scan
Teknik ini mengirimkan suatu paket UDP ke port sasaran. Bila port sasaran memberikan respon berupa pesan “ICMP port unreachable” artinya port ini tertutup. Sebaliknya bila tidak menerima pesan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa port itu terbuka. Karena UDP dikenal sebagai connectionless protocol, akurasi teknik ini sangat bergantung pada banyak hal sehubungan dengan penggunaan jaringan dan system resource. Sebagai tambahan, UDP scanning merupakan proses yang amat lambat apabila anda mencoba men-scan suatu perangkat yang menjalankan packet filtering berbeban tinggi.

Beberapa Tools dan Cara Scanning ke Sistem

Netstat
Netstat merupakan utility yang powerfull untuk menngamati current state pada server, service apa yang listening untuk incomming connection, interface mana yang listening, siapa saja yang terhubung.

Nmap
Merupakan software scanner yang paling tua yang masih dipakai sampai sekarang.

Nessus
Nessus merupakan suatu tools yang powerfull untuk melihat kelemahan port yang ada pada komputer kita dan komputer lain. Nessus akan memberikan report secara lengkap apa kelemahan komputer kita dan bagaimana cara mengatasinya.

Contoh Scanning menggunakan nmap tipe tcp syn scan :

# nmap -sT -v 192.168.0.10

Starting nmap 3.81 ( http://www.insecure.org/nmap/ ) at 2005-04-11 12:30 EDT
Initiating Connect() Scan against 192.168.0.10 [1663 ports] at 12:30
Discovered open port 3389/tcp on 192.168.0.10
Discovered open port 80/tcp on 192.168.0.10
Discovered open port 3306/tcp on 192.168.0.10
Discovered open port 445/tcp on 192.168.0.10
Discovered open port 139/tcp on 192.168.0.10
Discovered open port 520/tcp on 192.168.0.10
Discovered open port 135/tcp on 192.168.0.10
The Connect() Scan took 1.45s to scan 1663 total ports.
Host 192.168.0.10 appears to be up ... good.
Interesting ports on 192.168.0.10:
(The 1656 ports scanned but not shown below are in state: closed)
PORT STATE SERVICE
80/tcp open http
135/tcp open msrpc
139/tcp open netbios-ssn
445/tcp open microsoft-ds
520/tcp open efs
3306/tcp open mysql
3389/tcp open ms-term-serv
MAC Address: 00:30:48:11:AB:5A (Supermicro Computer)

Nmap finished: 1 IP address (1 host up) scanned in 2.242 seconds



Tipe Scanning dan Cara Menyelidiki Sistem Pada Jaringan 1


TUGAS PENDAHULUAN

1. Sebutkan langkah dasar yang biasa dipakai untuk melakukan proses hacking!
2. Sebutkan cara penggunaan netstat dan option-option yang dipakai serta arti option tersebut?
3. Sebutkan cara pemakaian software nmap dengan menggunakan tipe scanning:
  • TCP Connect scan
  • TCP SYN Scan
  • TCP FIN scan
  • TCP Xmas Tree scan
  • TCP null scan
  • TCP ACK scan
  • TCP Windows scan
  • TCP RPC scan
  • UDP scan
  • OS fingerprinting
4. Apa kegunaan dari utility chkconfig?
5. Bagaimana cara mematikan dan menghidupkan service yang ada
6. Sebutkan cara pemakaian software nessus untuk melihat kelemahan sistem jaringan kita!

Pedoman Umum Pengamanan Jaringan LAN Nirkabel

Pedoman Umum Pengamanan Jaringan LAN Nirkabel - Kali ini penulis akan berbagi artikel tentang konsep pedoman umum (peraturan) Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Pedoman Umum Pengamanan Jaringan LAN Nirkabel

LANDASAN FILOSOFIS DAN SOSIOLOGIS
  • Bahwa pemanfaatan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada umumnya dan teknologi jaringan LAN nirkabel pada khususnya dalam berbagai sektor perlu didukung oleh pemerintah. 
  • Bahwa keamanan jaringan informasi baik yang berbasis kabel maupun nirkabel menjadi agenda penting demi meningkatkan efisiensi, mobilitas dan produktivitas dalam pemanfaatan TIK. 
  • Bahwa jaringan LAN nirkabel telah menjadi sebuah solusi teknis yang semakin berkembang dalam penyelenggaraan sistem informasi di dalam konteks organisasi baik pemerintah maupun swasta. 

LANDASAN YURIDIS
  • Bahwa pemanfaatan TIK telah melahirkan berbagai bentuk perbuatan hukum baru, dan bahwa penyalahgunaan jaringan nirkabel merupakan sebuah fenomena dan ancaman dalam pemanfaatan TIK yang perlu segera diatasi mengingat berkembangnya modus operandi dan teknologi yang digunakan untuk menyusup atau mengakses jaringan secara tidak sah dan dapat mengakibatkan kerugian terhadap penyedia jaringan dan pengguna. 
  • Bahwa salah satu cara dan pendekatan pengamanan jaringan tersebut adalah melalui pembinaan pemerintah dan penyediaan garis panduan yang perlu diperhatikan dan diimplementasikan oleh para penyedia dan penyelenggara jaringan nirkabel. 
  • Bahwa untuk mencegah perbuatan hukum yang tidak diingini dan untuk mengamankan jaringan dipandang perlu untuk membuat sebuah garis panduan dan standar minimal untuk penyelenggaraan keamanan jaringan dalam LAN nirkabel baik untuk sektor pemerintahan maupun umum/swasta 

DASAR HUKUM
  • Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3881); 
  • Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 No. 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 3821); 
  • Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Kabinet Indonesia Bersatu, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2005; dan 
  • Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 01/P/M.KOMINFO/4/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Departemen Komunikasi dan Informatika. 
  • Peraturan Pemerintah No.52 tahun 2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi. 

ASAS
  • Pedoman umum pengamanan jaringan LAN nirkabel ditetapkan berdasarkan asas kepastian hukum, asas manfaat, asas etika, asas kemitraan, dan asas netral teknologi. 
  • Asas kepastian hukum berarti memberikan suatu landasan hukum sehingga pelaku dan pengguna pemanfaatan teknologi informasi dan jaringan nirkabel mendapatkan perlindungan hukum. 
  • Asas manfaat berarti bahwa pemanfaatan teknologi nirkabel diupayakan untuk mendukung proses berinformasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 
  • Asas etika berarti bahwa pemanfaatan teknologi nirkabel senantiasa dilandasi oleh semangat profesionalisme, kejujuran, kesusilaan, keterbukaan dan tanggung jawab. 
  • Asas netral teknologi berarti bahwa kebijakan pemanfaatan teknologi nirkabel tidak terbatas pada penggunaan teknologi tertentu sehingga dapat mengikuti perkembangan teknologi di masa depan. 

TUJUAN
  • Pedoman umum pengamanan jaringan LAN nirkabel ditetapkan dengan tujuan untuk: 
  • Menciptakan iklim pemanfaatan jaringan LAN nirkabel yang sehat, aman dan berintegritas. 
  • Menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan terhadap penggunaan TIK pada umumnya dan teknologi jaringan nirkabel pada khususnya. 

FUNGSI
  • Pedoman umum pengamanan jaringan LAN nirkabel berfungsi sebagai panduan langkah-langkah pengamanan dalam menyelenggarakan, mengkonfigurasi, mengoperasikan dan memelihara jaringan LAN nirkabel. 

SASARAN
  • Terciptanya iklim pemanfaatan jaringan LAN Nirkabel dengan sistem informasi yang sehat, aman dan berintegritas. 
  • Peningkatan kepercayaan dalam penggunaan jaringan LAN Nirkabel. 

RUANG LINGKUP

1. Ruang Lingkup Geografis
Pedoman umum keamanan jaringan LAN nirkabel ini berlaku bagi pengoperasian jaringan sistem informasi LAN nirkabel di lingkungan instansi pemerintah dan swasta di Indonesia

2. Ruang Lingkup Fungsional
Pedoman umum keamanan jaringan LAN nirkabel berfungsi sebagai panduan langkah-langkah pengamanan dalam menyelenggarakan, mengkonfigurasi, mengoperasikan dan memelihara jaringan LAN nirkabel di instansi pemerintah dan swasta.

3. Ruang Lingkup Temporal
Pedoman umum pengamanan jaringan LAN nirkabel ini berlaku mulai dari tanggal ditetapkan.

4. Ruang Lingkup Personal
Pedoman umum keamanan jaringan nirkabel ini berlaku bagi perseorangan dan badan usaha yang terlibat dalam penyelenggaraan dan penggunaan jaringan LAN nirkabel baik sebagai penanggungjawab, penyelenggara, administrator maupun pengguna.


I. KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan:
  • Jaringan nirkabel adalah jaringan sistem informasi tanpa kabel (wireless), yaitu yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data; 
  • LAN (Local Area Network) adalah jaringan sistem informasi yang menghubungkan beberapa komputer dalam lingkungan yang berdekatan (lokal) untuk mewujudkan sebuah sistem komunikasi multi arah, meliputi LAN berbasis kabel dan LAN nirkabel. 
  • Keamanan jaringan adalah keadaan jaringan sistem informasi yang meliputi integritas, kerahasiaan dan ketersediaan jaringan; 
  • Pengguna jaringan adalah perseorangan atau badan hukum yang menggunakan jaringan sistem informasi LAN nirkabel; 
  • Penyelenggara jaringan adalah perseorangan atau badan hukum yang menyelenggarakan, mengadministrasi dan mengoperasikan jaringan sistem informasi LAN nirkabel, meliputi badan pemerintahan dan swasta; 
  • Pemerintah adalah lembaga pemerintah Republik Indonesia yang berkewenangan dalam bidang keamanan sistem informasi; 
  • Enkripsi adalah proses penyandian data untuk menghindari pembobolan kerahasiaan data; 
  • Firewall adalah piranti keras atau lunak yang mengontrol akses ke sebuah jaringan; 
  • Audit adalah analisa catatan log dengan tujuan menghasilkan informasi tentang keadaan sebuah sistem informasi secara benar dan akurat; 
  • Pencatatan (logging) adalah pencatatan peristiwa atau statistik dengan tujuan menghasilkan informasi tentang penggunaan dan hasil kerja sistem informasi; 
  • Access Point adalah piranti keras atau lunak yang berfungsi sebagai sentra komunikasi bagi pengguna peralatan nirkabel yang tersambung ke LAN kabel; 
  • Server nirkabel (wireless server) adalah program yang menawarkan layanan jaringan informasi nirkabel kepada pengguna yang akan dihubungkan melalui program klien nirkabel; 
  • Klien nirkabel (wireless client) adalah program yang digunakan oleh pengguna jaringan untuk menghubungi server nirkabel. 

II. KEBIJAKAN UMUM KEAMANAN JARINGAN LAN NIRKABEL

Pasal 2

Fungsi, Tujuan dan Ruang Lingkup
  • Penyelenggara jaringan perlu memiliki kebijakan organisasi terkait dengan keamanan jaringan LAN nirkabel (‘kebijakan nirkabel’) yang menjadi bagian integral dari kebijakan keamanan sistem informasi organisasi secara keseluruhan (** SOP) 
  • Pedoman pengamanan jaringan LAN nirkabel ini digunakan sebagai acuan untuk penyelenggaraan jaringan LAN nirkabel. 
  • Penyelenggara jaringan LAN nirkabel memberikan informasi dan pemahaman kepada pengguna tentang pemanfaatan jaringan LAN nirkabel secara aman. 

Pasal 3
Sistem Manajemen Keamanan Informasi
  • Penggunaan teknologi LAN nirkabel dalam jaringan sistem informasi menjadi bagian dari sistem manajemen keamanan informasi yang meliputi kebijakan penggunaan, sistem dan prosedur, pengamanan fungsional dan pengamanan teknis jaringan LAN nirkabel. 

III. KEBIJAKAN FUNGSIONAL KEAMANAN JARINGAN LAN NIRKABEL

Pasal 5
Manajemen Resiko
  • Penyelenggara jaringan nirkabel perlu mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mereduksi dan mengelola resiko yang mungkin terjadi dalam penggunaan teknologi jaringan LAN nirkabel. 
  • Dalam memberlakukan manajemen resiko ini, penyelenggaraan jaringan LAN nirkabel perlu memperhatikan: 
  • Aset-aset organisasi yang perlu dilindungi terkait dengan penggunaan jaringan LAN nirkabel, meliputi aset fisik dan non-fisik; 
  • Ancaman-ancaman keamanan yang terkait dengan penggunaan jaringan LAN nirkabel, meliputi ancaman internal dan eksternal. 
  • Implikasi ancaman keamanan tersebut terhadap aspek operasional, teknis, finansial, dan legal. 
  • Langkah-langkah dan prosedur pengamanan terhadap setiap ancaman yang diidentifikasi. 
  • Usaha untuk mencegah, mereduksi, atau mengelola resiko-resiko yang ada dapat dilakukan dengan: 
  • Pendekatan teknis meliputi penggunaan perangkat dan alat bantu pengamanan, contoh: firewall, antivirus ; 
  • Pendekatan operasional meliputi audit, dll; dan/atau 
  • Pendekatan manajemen meliputi pembuatan, pelaksanaan dan sosialisasi kebijakan, prosedur, garis panduan, checklist, dll. 

IV. PEDOMAN TEKNIS PENGAMANAN JARINGAN LAN NIRKABEL

Pasal 6
Sistem, Alat dan Konfigurasi Jaringan

Penyelenggaraan jaringan LAN nirkabel harus memperhatikan:
  1. Perkembangan keamanan jaringan LAN nirkabel 
  2. Panduan instalasi dan operasional dengan memperhatikan aspek keamanannya. 
Penyelenggaraan jaringan LAN nirkabel harus melakukan:
  1. Pemeliharaan secara periodik dengan memperhatikan pemutakhiran aspek keamanan; 
  2. Penyelenggaraan pengamanan jaringan LAN nirkabel hanya dilakukan oleh personil yang khusus dan terlatih; 
  3. Pemantauan terhadap kemungkinan gangguan dan serangan untuk memberikan peringatan dini kepada pengguna dan mengambil tindakan guna meminimalkan dampak kerusakan.
  4. Konfigurasi jaringan LAN nirkabel harus dilakukan dengan tepat dan akurat sesuai fungsi dan peruntukannya (lihat lampiran). 

Pasal 7
Pemisahan Jaringan LAN Nirkabel
  • Kebijakan nirkabel harus menggariskan panduan terhadap pemisahan antara jaringan LAN berbasis kabel dan nirkabel sebagai langkah pencegahan dan pengamanan jaringan penyelenggara. 
  • Penggabungan kedua jaringan LAN (kabel dan nirkabel) hanya dapat dilakukan berdasarkan keperluan tertentu seperti untuk memfasilitasi komunikasi Intranet atau Internet, dan harus melalui mekanisme, solusi atau gateway yang khusus untuk keperluan tersebut. 

Versi baru
  • Penyelenggara harus menerapkan level of access untuk memisahkan akses yang sah dengan yang tidak sah 

Pasal 8
Integritas (Integrity), Kerahasiaan (Confidentiality) dan Ketersediaan (Availability) Jaringan LAN Nirkabel
  • Penyelenggara harus mengambil langkah-langkah pengamanan untuk menjaga dan menjamin integritas, kerahasiaan dan ketersediaan jaringan LAN nirkabel. 
  • Penyelenggara perlu menentukan solusi dan metode otentikasi dan enkripsi yang hendak digunakan untuk menjaga integritas dan kerahasiaan dan jaringan baik di sisi klien ataupun server nirkabel. 
  • Untuk mendukung aspek kerahasiaan informasi dalam jaringan LAN nirkabel, diperlukan prosedur pengklasifikasian aset dan pengamanan informasi sesuai dengan klasifikasinya. 
  • Untuk mendukung aspek ketersediaan jaringan, penyelenggara jaringan nirkabel perlu menentukan langkah pengujian, pengamanan dan penanggulangan insiden secara efektif dan efisien dalam jangka waktu yang ditentukan. 

Pasal 9
Pencatatan (Logging)
  • Penyelenggara jaringan harus menjalankan aktivitas pencatatan secara sistematis dan akurat untuk membantu dalam pelacakan aktivitas pengguna, transparansi administrasi, dan analisis insiden serangan atau penyusupan. 
  • Pencatatan aktivitas jaringan perlu diarsipkan dan dianalisis sesuai dengan prosedur organisasi dan disimpan dalam periode waktu yang wajar. 

Pasal 10
Pengamanan Akses
  • Kebijakan nirkabel harus menentukan hak dan tanggung jawab setiap pihak yang memiliki akses terhadap jaringan LAN nirkabel meliputi pihak administrator, pengguna internal (seperti staf organisasi, meliputi mantan staf), dan pengguna eksternal (meliputi konsultan, vendor, penyedia servis, auditor eksternal, dan tamu). 
  • Penyelenggara jaringan harus mengambil langkah-langkah pengamanan akses jaringan LAN nirkabel meliputi kontrol akses fisik dan kontrol akses logis. 
  • Pengamanan akses fisik jaringan meliputi penempatan alat, piranti lunak dan piranti keras yang digunakan seperti unit komputer klien nirkabel, server, backbone dan Access Point (AP) nirkabel di lokasi yang aman dan terkontrol. 
  • Pengamanan akses logis dapat dilakukan dengan mengkonfigurasikan identifikasi login (login ID) dan password baik untuk pengguna maupun administrator sistem, alat dan piranti lunak/keras yang digunakan seperti unit komputer klien nirkabel, server, backbone dan Access Point (AP) nirkabel. 
  • Komposisi, struktur, administrasi dan kategori pemakai login ID dan password harus ditentukan dan dijabarkan dalam panduan internal organisasi dengan terlebih dahulu merubah default akses. 

V. AUDIT, PELAPORAN DAN PENEGAKAN

Pasal 11
Audit Keamanan Jaringan LAN Nirkabel
  • Penyelenggara jaringan perlu menyelenggarakan audit terhadap keamanan jaringan LAN nirkabel organisasi dalam tenggang waktu tertentu dan berdasarkan suatu standar yang berlaku. 
  • Pelaksanaan audit sebagaimana tersebut dalam ayat (1) di atas meliputi audit internal dan audit eksternal. 
  • Pelaksanaan audit eksternal perlu memperhatikan aspek rahasia perusahaan dengan menyediakan perjanjian tahap pelayanan (Service Level Agreement atau ‘SLA’) antara auditor eksternal dan pihak organisasi pengguna jaringan. 
  • Ruang lingkup audit meliputi pengujian terhadap tahap keamanan jaringan LAN nirkabel, kelayakan teknis jaringan, serta tahap kesadaran pengguna dan penyelenggara jaringan dalam sebuah organisasi/instansi. 
  • Hasil audit harus dilaporkan secara tertulis dan dijadikan bahan referensi untuk evaluasi dan pengembangan sistem informasi organisasi. 

Pasal 12
Mekanisme Pelaporan dan Penegakan
  • Kebijakan jaringan LAN nirkabel harus menggariskan aspek pelaksanaan, meliputi mekanisme pengawasan, pelaporan pelanggaran prosedur kebijakan, dan juga penegakan internal. 
  • Pengguna jaringan LAN nirkabel perlu mengambil langkah-langkah jika ada kecurigaan terjadinya penyusupan atau penyerangan terhadap jaringan LAN nirkabel, meliputi:
    1. Identifikasi dan konfirmasi positif;
    2. Pengambilan tindakan segera;
    3. Dokumentasi atau pencatatan kejadian; dan
    4. Pelaporan lisan dan/atau tertulis. 
  • Jika pelaporan sudah dibuat, maka petugas yang bertanggungjawab harus segera menganalisa dan mengambil tindakan yang diperlukan berdasarkan laporan tersebut.
  • Berdasarkan hasil analisa laporan tersebut, pimpinan organisasi penyelenggara jaringan harus mengambil tindakan yang sesuai meliputi solusi teknis, fungsional dan legal. 
  • Semua laporan dan tindakan lanjutnya harus didokumentasikan secara akurat, terperinci dan diarsipkan dengan baik untuk pencegahan dan pendeteksian dini terhadap penyusupan ilegal di masa depan. 

VI. EDUKASI DAN SOSIALISASI

Pasal 13
  • Kebijakan jaringan LAN nirkabel harus memberikan panduan dan langkah-langkah bagi menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan pengguna, administrator dan penyelenggara tentang berbagai aspek keamanan jaringan LAN nirkabel. 
  • Usaha edukasi dan sosialisasi tentang keamanan jaringan LAN nirkabel ini harus dijalankan secara periodik dengan memperhatikan perkembangan teknologi, dunia bisnis dan regulasi pemerintah. 

VII. PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT

Pasal 14
Peran Pemerintah
  • Pemerintah berkewajiban membina dan memfasilitasi pelaksanaan pedoman umum dengan menyusun petunjuk pelaksanaan pengamanan jaringan LAN nirkabel ini melalui proses sosialisasi. 

Pasal 15
Peran Masyarakat
  • Masyarakat dapat berperan untuk memberikan masukan terhadap perkembangan teknologi yang perlu diakomodasi dalam pelaksanaan pedoman pengamanan jaringan LAN nirkabel. 

LAMPIRAN

Lampiran 1

Contoh-contoh Metode Penyerangan dan Ancaman terhadap Keamanan Sistem Informasi dan Jaringan Nirkabel.
  1. Eavesdropping 
  2. Jamming 
  3. Denial of Service (DOS) 
  4. Injection of Data 
  5. Man-in-the-Middle (MITM) Attack 
  6. Rogue Client 
  7. Rogue Network Access Point 
  8. Client-to-Client Attack 
  9. Equipment Attack 

Lampiran 2

Tabulasi Regulasi dan Perundangan Indonesia terkait dengan Keamanan Jaringan
  • UU Telekomunikasi 
  • Kitab Undang-undang Hukum Pidana 
  • Konfigurasi jaringan LAN nirkabel harus dilakukan dengan tepat dan akurat sesuai fungsi dan peruntukannya. dengan memperhatikan hal-hal berikut:
    1. Dikonfigurasi secara terbatas, yaitu hanya untuk fungsi dan fasilitas yang diperlukan;
    2. Pembatasan akses sistem konfigurasi jaringan dengan menggunakan port/interface/IP address yang sesuai;
    3. Pembatasan/kontrol fasilitas pemancaran SSID;
    4. Penggunaan password yang telah dimodifikasi (non-default);
    5. Aktivasi logging; dan
    6. Penentuan individu yang boleh memiliki akses baik untuk pemakaian maupun administrasi jaringan.

Sekian artikel Pedoman Umum Pengamanan Jaringan LAN Nirkabel.

30/06/15

Profesi Ahli Komputer Forensik Dalam Teknologi Informasi

Profesi Ahli Komputer Forensik Dalam Teknologi Informasi_

Profesi Ahli Komputer Forensik Dalam Teknologi Informasi - Profesi Ahli Forensik Dalam Teknologi InformasiMeningkatnya kejahatan dibidang TI, menyebabkan profesi atau keahlian yang berkaitan dengan masalah pengungkapan adanya kejahatan ini dibutuhkan.

Seorang analisis forensik dalam pekerjaannya membantu penegak hukum atau pimpinan keamanan perusahaan

PANDANGAN AHLI :
  • Menurut James O. Holly [National computer forensics lab Ernst & Young : Anda perlu membuka pintu untuk pemprosesan administratif, sipil atau kriminal dam merespon kejahatan komputer, dan penyelidik perlu menangani insiden dari awal sampai masuk kepersidangan 
  • www. pcforensics.com : Data yang sudah dihapus masih bisa dihidupkan lagi
  • Menurut Thomas Welch (The information security management handbook) : Praktisi keamanan komputer harus mempedulikan teknologi dan faktor legal yang berdampak pada sistem dan penggunanya, termasuk masalah penyelidikan dan penegakan hukum

PROGRAMMER VS AHLI KOMPUTER FORENSIK

Programmer :
  • Bekerja melawan diri sendiri 
  • Mencoba memperbaiki permasalahan yang kita buat sendiri 

Ahli Komputer Forensik :
  • Bekerja menyelesaikan kejahatan komputer 
  • Melawan seorang “programmer”

KEAHLIAN KOMPUTER FORENSIK DIBUTUHKAN OLEH :
  1. Jaksa Penuntut mempergunakan barang bukti komputer dalam kejahatan yang bermacam-macam, seperti obat bius, pornografi anak, pembunuhan, dan penggelapan keuangan 
  2. Detektif swasta bisa mempergunakan rekaman pada sistem komputer untuk melacak kasus penggelapan, perceraian, diskriminasi dan pelecehan. 
  3. Perusahaan asuransi bisa mengurangi biaya dengan bukti komputer yang menyatakan kemungkinan penggelapan pada insiden, kebakaran, atau kompensasi pekerja 
  4. Perusahaan menyewa ahli komputer forensik untuk menentukan bukti yang berkaitan dengan pelecehan seksual, penipuan, pencurian rahasia dagang, dan informasi rahasia internal lainnya 
  5. Petugas penegak hukum sering memerlukan bantuan dalam persiapan penggeledahan dan penyitaan perangkat komputer. 
  6. Perorangan kadang menyewa ahli komputer forensik untuk mendukung klaim pemutusan kerja, pelecehan seksual atau dikriminasi umur.

PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN AHLI FORENSIK
  1. Dasar-dasar hardware dan pemahaman bagaimana umumnya sistem operasi bekerja 
  2. Bagaimana partisi drive, hidden partition, dan di mana tabel partisi bisa ditemukan pada sistem operasi yang berbeda 
  3. Bagaimana umumnya master boot record tersebut dan bagaimana drive geometry 
  4. Pemahaman untuk hide, delete, recover file dan directory bisa mempercepat pemahaman pada bagaimana tool forensik dan sistem operasi yang berbeda bekerja. 
  5. Familiar dengan header dan ekstension file yang bisa jadi berkaitan dengan file tertentu

KRITERIA AHLI FORENSIK

Menurut Peter Sommer (Virtual City Associates Forensic Technician) :
  • Metode yang berhati-hati pada pendekatan pencatatan rekaman 
  • Pengetahuan komputer, hukum dan prosedur legal 
  • Keahlian untuk mempergunakan utility 
  • Kepedulian teknis dan memahami implikasi teknis dari setiap tindakan
  • Penguasaan bagaimana modifikasi bisa dilakukan pada data 
  • Berpikiran terbuka dan mampu berpandangan jauh 
  • Etika yang tinggi 
  • Selalu belajar 
  • Selalu mempergunakan data dalam mengambil kesimpulan

AKTIVITAS PENYELIDIK FORENSIK
  • Perlindungan sistem komputer selama pengujian forensik dari semua kemungkinan perubahan, kerusakan, korupsi data, atau virus.
  • Temukan semua file pada sistem. Termasuk file normal, terhapus, hidden, pasword-protected, dan terenkripsi. 
  • Recovering file terhapus sebisa mungkin. 
  • Ambil isi file hidden juga file temporary atau swap yang dipergunakan baik oleh sistem operasi atau program aplikasi.
  • Lakukan akses (jika dimungkinkan secara legal) isi dari file terproteksi atau terenkripsi 
  • Analisa semua data yang relevan pada area spesial di disk. Misal unnalocated (tidak terpakai, tapi mungkin menyimpan data sebelumnya), slack space (area di akhir file pada last cluster yang mungkin menyimpan data sebelumnya juga).
  • Cetak semua analisis keseluruhan dari sistem komputer, seperti halnya semua file yang relevan dan ditemukan. Berikan pendapat mengenai layout sistem, struktur file yang ditemukan, dan informasi pembuat, setiap usaha menyembunyikan, menghapus, melindungi, mengenkripsi informasi, dan lainnya yang ditemukan dan nampak relevan dengan keseluruhan pengujian sistem komputer.
  • Berikan konsultasi ahli dan kesaksian yang diperlukan.

KARAKTERISTIK SEORANG AHLI FORENSIK
  • Pendidikan, pengalaman dan sertifikasi merupakan kualifikasi yang baik untuk profesi komputer forensik. Pendidikan dengan pengalaman memberikan kepercayaan yang diperlukan untuk membuat keputusan dan mengetahui keputusan yang tepat. Sertifikasi menunjukkan bahwa pendidikan dan pengalamannya merupakan standar yang tinggi dan dapat dipahami. 
  • Yakinkan pada setiap tindakan dan keputusan, agar mencukupi untuk kesaksian di pengadilan 
  • Semua proses dilakukan dengan menyeluruh 
  • Memiliki pengetahuan yang banyak mengenai bagaimana recover data dari berbagai tipe media
  • Mampu memecah password dari aplikasi dan sistem operasi yang berbeda dan mempergunakannya untuk penyelidikan 
  • Perlu pengetahuan yang memadai, tanpanya bisa terjadi kesalahan yang akan membuat barang bukti ditolak di pengadilan. Barang bukti bisa dirusak, diubah, atau informasi yang berharga terlewat. 
  • Obyektif dan tidak bias, harus fair pada penyelidikan, dengan fakta yang akurat dan lengkap 
  • Inovatif dan memiliki kemampuan interpersonal yang baik 
  • Memiliki kemampuan verbal dan oral yang baik 
  • Menggunakan penalaran dan logika yang tepat

SERTIFIKASI AHLI FORENSIK TI

KESIMPULAN
  • Ahli komputer forensik merupakan suatu bidang pekerjaan yang akan banyak dibutuhkan 
  • Ahli komputer forensik merupaka area kerja relatif baru dan akan berkembang 
  • Ahli komputer forensik dibutuhkan keahlian khusus, pengalaman dan jam terbang


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *